Yogyakarta Diganjar Apresiasi BBPOM atas Keamanan Pangan dan Pengendalian Resistensi Antimikroba
Yogyakarta Diganjar Apresiasi BBPOM atas Keamanan Pangan dan Pengendalian Resistensi Antimikroba--Ist
Sepanjang 2025, pengawasan pangan dilakukan di sekitar 285 sekolah mulai tingkat TK, SD, hingga SMP. Beberapa sekolah juga ditetapkan sebagai percontohan pangan sehat dan aman, seperti TK Negeri 6 Kota Yogyakarta, SD Muhammadiyah 2 Wirobrajan, dan SMP Negeri 13 Yogyakarta.
“Kami mengawasi 85 jenis jajanan sekolah. Salah satu yang diuji adalah cilok karena cukup digemari anak-anak,” katanya.
BACA JUGA:BULOG DIY Laporkan Serapan Gabah 76 Persen ke Gubernur, Stok Pangan Nasional Dipastikan Aman
Dari hasil uji laboratorium, cilok diketahui didominasi kandungan karbohidrat lebih dari 40 persen, sementara kandungan proteinnya sangat rendah, hanya sekitar 0,01 persen.
Karena itu, pihaknya terus mengedukasi masyarakat agar jajanan tersebut tidak dijadikan sumber utama gizi anak.
Sukidi menambahkan, Kota Yogyakarta sebagai kota konsumen menerima lebih dari 10 ribu jenis pangan setiap hari. Kondisi tersebut membuat pengawasan pangan harus dilakukan secara ketat dan berkesinambungan.
Pengawasan itu melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan, Satpol PP, hingga pemerintah kecamatan dan kelurahan. (Faqih).
- Tag
- Share
-