Melalui komunikasi yang terjalin secara langsung, berbagai aspirasi dan persoalan di lingkungan warga dapat menjadi perhatian bersama untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing pihak.
Kegiatan Jumat Keliling di Masjid Al Ikhlas Sanggrahan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama Kapolda DIY, jajaran kepolisian, unsur pemerintah wilayah, pengurus takmir, tokoh agama, serta perwakilan masyarakat.
Pertemuan tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa kedekatan antara kepolisian dan masyarakat dapat dibangun melalui kegiatan yang sederhana, tetapi memiliki manfaat bagi hubungan sosial kedua pihak.
Lokasi Masjid Al Ikhlas yang hanya berjarak beberapa langkah dari kompleks Markas Polda DIY memang membuat kepolisian dan warga Sanggrahan bertetangga secara langsung.
BACA JUGA:DPRD Lampung Tengah Usulkan I Komang Koheri Jadi Bupati, Gantikan Ardito Wijaya
Namun, hubungan yang dekat tentu tidak cukup hanya dilihat dari letak geografis. Komunikasi yang terbuka, sikap saling menghormati, serta kepedulian terhadap persoalan masyarakat juga diperlukan agar hubungan tersebut tetap terjaga.
Pesan mikul dhuwur, mendhem jero yang disampaikan Irjen Pol Langgeng Purnomo, S.I.K., M.H., filosofi ing ngarsa sung tuladha yang diangkat Prof. Dr. Ir. Bambang Hadi Sutrisno, DAA., hingga kebersamaan menikmati nasi bungkus menjadi bagian dari cerita Jumat Keliling di Sanggrahan.
Melalui kegiatan ini, Polda DIY berupaya menjaga hubungan yang telah terjalin dengan masyarakat sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih luas.
Silaturahmi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan terus berlanjut dalam bentuk kerja sama, kepedulian, keteladanan, serta pelayanan kepolisian yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat. (*).