Ia berharap kepemimpinan yang baru dapat membawa kemajuan bagi institusi kepolisian, terutama dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bambang mengingatkan kembali filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara, ing ngarsa sung tuladha.
BACA JUGA:4 Ranperda Disetujui, Pemkab Pringsewu Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Daerah
Filosofi itu menekankan bahwa seorang pemimpin harus mampu memberikan contoh yang baik kepada orang-orang yang dipimpinnya.
Menurut pandangan Bambang, keteladanan menjadi hal penting dalam institusi kepolisian. Aparat Polri memiliki tugas dan kewenangan yang langsung bersentuhan dengan kehidupan masyarakat sehingga perilakunya juga menjadi perhatian publik.
Seorang polisi tidak hanya dituntut memahami aturan dan menjalankan tugas sesuai kewenangannya, tetapi juga diharapkan menunjukkan kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, serta sikap yang patut dicontoh.
Bambang berharap nilai-nilai tersebut terus menjadi perhatian dalam pelaksanaan tugas kepolisian agar hubungan antara aparat dan masyarakat semakin baik.
Cerita Profesor UGM yang Dua Kali Terjatuh akibat Polisi Tidur
Selain menyampaikan harapan mengenai keteladanan, Prof. Dr. Ir. Bambang Hadi Sutrisno, DAA., juga memanfaatkan kesempatan berdialog dengan Kapolda DIY untuk menyoroti persoalan keselamatan berlalu lintas.
Perhatian Bambang tertuju pada keberadaan polisi tidur atau alat pembatas kecepatan kendaraan yang banyak dijumpai di jalan-jalan lingkungan permukiman.
Ia menceritakan pengalaman pribadinya yang pernah dua kali terjatuh ketika melintasi polisi tidur yang dinilai terlalu tinggi.
Pengalaman tersebut membuatnya menaruh perhatian terhadap bentuk dan ukuran polisi tidur yang dipasang di sejumlah jalan lingkungan.
Pada dasarnya, keberadaan alat pembatas kecepatan bertujuan untuk mengurangi laju kendaraan sehingga keselamatan pengguna jalan dan warga sekitar lebih terjaga.
Namun, apabila pemasangannya tidak memperhatikan ketentuan teknis, alat yang seharusnya meningkatkan keselamatan justru dapat menimbulkan risiko bagi pengendara.
Kondisi polisi tidur yang terlalu tinggi, memiliki kemiringan curam, atau tidak dilengkapi penanda yang mudah terlihat menjadi perhatian tersendiri, terutama bagi pengguna sepeda motor dan warga lanjut usia.
BACA JUGA:Perkuat Perlindungan Pekerja, Pemkab Lampung Tengah Bekali 100 Peserta soal Aturan Kerja