Produktif Hasilkan 1.600 Berita, KIM Sembada Sleman Diminta Perkuat Kualitas Konten
Produktif Hasilkan 1.600 Berita, KIM Sembada Sleman Diminta Perkuat Kualitas Konten--Ist
SLEMAN, LAMPUIJO.CO.ID — Produktivitas Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Sembada Kabupaten SLEMAN terus menunjukkan perkembangan positif. Dalam kurun satu tahun, para pegiat KIM mampu menghasilkan sekitar 1.600 berita yang memuat berbagai informasi dari masyarakat.
Capaian tersebut menjadi modal penting bagi KIM Sembada Sleman untuk melangkah pada tahap berikutnya, yakni meningkatkan kualitas pemberitaan. Informasi yang disampaikan tidak lagi sekadar mencatat jalannya kegiatan, tetapi juga diharapkan mampu menghadirkan sudut pandang yang lebih mendalam, memberi manfaat, serta mengangkat potensi masyarakat.
Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam Rapat Koordinasi Forum KIM Sembada Kabupaten Sleman yang digelar di Gedung Sasana Anglocitama, Kantor Kapanewon Depok, Selasa (8/9/2026). Kegiatan yang diikuti lebih dari 40 ketua dan pengurus KIM dari berbagai kapanewon tersebut berlangsung dengan KIM Depok sebagai tuan rumah.
Ketua Tim Kerja Pengelolaan Informasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman, Agastya Dedi Kusuma, menyampaikan bahwa kemampuan KIM dalam memproduksi berita telah menunjukkan capaian yang baik dari sisi jumlah.
BACA JUGA:HUT ke-270 Kota Yogyakarta Digelar Sebulan Penuh, Ini 7 Event Utama Oktober 2026
Menurutnya, tantangan selanjutnya adalah memastikan setiap tulisan memiliki kualitas yang lebih kuat, baik dari sisi kedalaman informasi, pemilihan sudut pandang, maupun nilai manfaat bagi masyarakat.
"Dari sisi kuantitas, penulis KIM Sembada Sleman sudah sangat produktif. Dalam setahun sekitar 1.600 tulisan. Tinggal bagaimana kualitas tulisan itu terus kita tingkatkan," ujar Agastya.
Ia mengatakan, pemberitaan KIM sebaiknya tidak berhenti pada penyampaian informasi mengenai sebuah kegiatan. Para penulis perlu menggali sisi lain yang lebih menarik, seperti dampak program terhadap masyarakat, manfaat yang dirasakan warga, inovasi lokal, potensi wilayah, hingga cerita inspiratif yang memiliki nilai pembelajaran.
Menurut Agastya, sebuah berita yang baik tidak hanya menjawab unsur siapa, apa, kapan, dan di mana, tetapi juga mampu menjelaskan alasan sebuah peristiwa penting untuk diketahui publik.
"Informasi yang disampaikan harus memiliki nilai tambah. Jangan hanya berhenti pada laporan kegiatan, tetapi bagaimana pembaca memahami makna dan manfaat dari kegiatan tersebut," katanya.
BACA JUGA:Pemkot Yogyakarta Dorong Perluasan Sasaran MBG untuk Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Balita
InfoPublik Dorong Penguatan Konten Budaya Lokal
Selain meningkatkan kualitas penulisan, para pegiat KIM juga didorong untuk memperbanyak pemberitaan mengenai budaya dan tradisi lokal.
Agastya menilai, kekayaan budaya di berbagai wilayah Sleman memiliki nilai berita yang kuat karena tidak hanya memberikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga berperan sebagai dokumentasi terhadap warisan lokal.
- Tag
- Share
-