Hasto Wardoyo: Waisak di Yogyakarta Perkuat Semangat Toleransi Umat Beragama
Hasto Wardoyo: Waisak di Yogyakarta Perkuat Semangat Toleransi Umat Beragama--Ist
YOGYAKARTA, LAMPUIJO.CO.ID — Wali Kota YOGYAKARTA Hasto Wardoyo menilai perayaan Waisak di YOGYAKARTA menjadi simbol kuat toleransi antarumat beragama. Hal itu disampaikannya saat menghadiri seremoni penerimaan rombongan bhikkhu oleh Pemerintah Daerah Istimewa YOGYAKARTA, Senin (25/5/2026).
Hasto mengatakan, panitia bersama Pemerintah Kota Yogyakarta sebelumnya telah dua kali melakukan audiensi terkait rangkaian kegiatan Waisak. Dalam pertemuan tersebut, muncul usulan untuk menjadikan kawasan Malioboro sebagai lokasi penyambutan rombongan bhikkhu.
Menurut dia, kawasan Jalan Malioboro dipilih karena memiliki nilai simbolik sekaligus menjadi lokasi representatif untuk menerima tamu kehormatan.
“Kalau kita menerima tamu, tentu kita ingin menempatkan mereka di tempat yang paling representatif dan terhormat. Malioboro adalah tempat yang sangat diinginkan para pendatang untuk dikunjungi, sehingga kami menempatkan Malioboro sebagai tempat yang terhormat menerima tamu,” ujar Hasto saat diwawancarai awak media, Senin (25/5/2026).
BACA JUGA:58 Bhikkhu Peserta Walk for Peace 2026 Disambut Hangat di Yogyakarta
Ia juga mengapresiasi keterlibatan tokoh lintas agama dalam kegiatan tersebut, termasuk kehadiran ulama dan tokoh masyarakat. Menurutnya, momentum perayaan Waisak menjadi gambaran nyata harmoni dan toleransi di tengah masyarakat.
“Ini menjadi cermin toleransi umat beragama. Kita bisa menghormati kehadiran para tokoh lintas agama bersama-sama, dan itu makna besar yang kami syukuri,” katanya.
Selain menyoroti nilai toleransi, Hasto menilai perayaan Waisak juga membawa pesan kesederhanaan yang patut menjadi refleksi bersama. Ia mengaku sempat berdiskusi dengan salah satu pimpinan rombongan bhikkhu asal Thailand yang dinilainya menunjukkan pola hidup sederhana.
“Kita melihat para bhiksu hidup sangat sederhana. Jalan kaki, bahkan kadang tidak memakai alas kaki. Itu menjadi refleksi bagi kita semua tentang makna hidup sederhana,” ucapnya.
Hasto berharap umat Buddha di Yogyakarta maupun Indonesia dapat terus memaknai nilai-nilai kesederhanaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Sederhanakanlah hidup kita ini sehingga semuanya bisa menjadi lebih baik,” pungkasnya. (Faqih).
- Tag
- Share
-