58 Bhikkhu Peserta Walk for Peace 2026 Disambut Hangat di Yogyakarta
58 Bhikkhu Peserta Walk for Peace 2026 Disambut Hangat di Yogyakarta--Ist
YOGYAKARTA, LAMPUIJO.CO.ID – Rombongan Bhikkhu peserta Indonesia Walk for Peace (IWFP) 2026 dari Thailand, Malaysia, dan Laos disambut meriah dalam seremoni penerimaan di Bangsal Kepatihan, Kota YOGYAKARTA, Senin (25/5/2026). Kehadiran para Bhikkhu yang berjalan kaki membawa pesan perdamaian itu menjadi perhatian masyarakat sekaligus bagian dari rangkaian menyambut Hari Raya Waisak 2570 BE/2026.
Acara tersebut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh penting, di antaranya Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, Wakapolda DIY Brigjen Pol Eddy Djunaedi, Wali Kota Yogyakarta dr Hasto Wardoyo, serta para tokoh agama dan tamu undangan lainnya.
Ketua Panitia Pusat IWFP 2026, Dr Tosin, S.H., M.H., mengatakan kegiatan Indonesia Walk for Peace merupakan simbol perjuangan tanpa henti demi menciptakan harmoni dan kedamaian di tengah masyarakat yang majemuk.
“Indonesia Walk for Peace menjadi simbol perjuangan tanpa henti demi terciptanya harmoni dan kedamaian,” ujar Dr Tosin dalam sambutannya.
BACA JUGA:Ni Ketut Dewi Nadi Resmikan Sekolah Lansia Bahagia di Karang Anyar
Sebanyak 58 Bhikkhu dari tiga negara tersebut menempuh perjalanan spiritual lintas daerah di Indonesia dengan berjalan kaki dari Bali menuju Candi Borobudur, Magelang. Dalam perjalanannya, para Bhikkhu menempuh jarak sekitar 30 hingga 40 kilometer setiap hari.
Menurut Dr Tosin, perjalanan panjang itu bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan bentuk pengabdian dan penyebaran pesan toleransi serta perdamaian kepada masyarakat luas.
“Walaupun cuaca panas maupun hujan, mereka tetap berjalan menyampaikan pesan perdamaian bagi masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, semangat para Bhikkhu mencerminkan keteguhan hati, kesederhanaan hidup, dan persaudaraan lintas bangsa serta budaya.
Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan rasa hormat dan apresiasi atas kehadiran rombongan Bhikkhu IWFP 2026 di Yogyakarta. Menurutnya, Bangsal Kepatihan dipilih karena memiliki nilai sejarah dan budaya yang kuat sebagai simbol keterbukaan dan harmoni masyarakat Yogyakarta.
BACA JUGA:Milad Aisyiyah ke-109, PRA Condongcatur Barat Gelar Pengajian dan Layanan Kesehatan Gratis
Sri Sultan menilai perjalanan damai para Bhikkhu menjadi pengingat penting bahwa keberagaman merupakan kekuatan utama bangsa Indonesia.
“Perjalanan ini mempertegas bahwa keberagaman suku, agama, dan budaya merupakan kekayaan yang menyatukan bangsa, bukan memisahkan,” ungkap Sri Sultan HB X.
Usai seremoni penerimaan, rombongan Bhikkhu melanjutkan perjalanan menuju Hoo Hap Hwee untuk beristirahat sebelum kembali melanjutkan perjalanan menuju Candi Borobudur sebagai puncak rangkaian peringatan Waisak 2026. (Faqih).
- Tag
- Share
-