Vesakha Sananda 2026 di Menoreh Dimeriahkan Tribuana Manggala Bhakti

Vesakha Sananda 2026 di Menoreh Dimeriahkan Tribuana Manggala Bhakti

Vesakha Sananda 2026 di Menoreh Dimeriahkan Tribuana Manggala Bhakti--Ist

“Bimas Buddha DIY mohon maaf apabila dukungan yang diberikan belum maksimal karena adanya efisiensi anggaran. Namun kami tetap berusaha memberikan pelayanan terbaik dan mengapresiasi seluruh pihak yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan ini,” ungkapnya.

BACA JUGA:Polres Mesuji Perkuat Patroli dan Pengamanan Ibadah Peringatan Kenaikan Isa Al-Masih

Rangkaian Tribuana Manggala Bhakti turut diisi puja bakti, pembacaan Dhammapada dan Vanaropa Sutta, doa pembuka, pertunjukan seni budaya, geguritan, hingga penampilan vokal dari pelajar dan mahasiswa sebagai bentuk harmonisasi antara spiritualitas, budaya, dan kebersamaan umat.

Pada puncak acara juga dilakukan penyerahan simbolis bibit pohon dan ikan kepada sejumlah vihara dan organisasi keagamaan Buddha oleh Pembimas Buddha DIY, Lurah Jatimulyo, Dinas Perikanan dan Kelautan, serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan penanaman pohon, pelepasan ikan, dan pelepasan burung secara simbolis oleh unsur pemerintah, tokoh agama, serta umat Buddha.

Bagi masyarakat Buddha di Menoreh, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda tahunan Waisak, tetapi menjadi wujud penghayatan ajaran Buddha yang menyatu dengan budaya lokal dan kehidupan masyarakat.

BACA JUGA:Tenaga Pendamping Perkuat Percepatan Pembangunan di Provinsi Lampung

“Kami di Menoreh menjaga ajaran Buddha melalui tradisi. Agama dan budaya menyatu, sehingga nilai-nilai spiritual lebih mudah dirawat dan diwariskan,” tutur Surahman.

Ia menambahkan, mayoritas umat Buddha di kawasan Menoreh berprofesi sebagai petani dan pekebun pala serta cengkeh, sehingga relasi dengan alam menjadi bagian penting dalam kehidupan dan praktik keberagamaan mereka sehari-hari. (Faqih).

Tag
Share
Berita Lainnya