Jalan Provinsi di Metro Barat Rusak Parah, Warga Keluhkan Minim Perbaikan
Jalan Provinsi di Metro Barat Rusak Parah, Warga Keluhkan Minim Perbaikan--Ist
METRO, LAMPUIJO.CO.ID — Kondisi jalan provinsi yang berada di wilayah Metro Barat dikeluhkan warga karena mengalami kerusakan cukup parah dan belum mendapatkan penanganan serius dari pihak terkait.
Salah satu warga, Muhammad Cecep (27), yang tinggal di RT 07 RW 02 Mulyojati, mengungkapkan bahwa kerusakan jalan tersebut sudah terjadi sejak lama. Awalnya, kerusakan hanya berupa lubang kecil, namun semakin hari kondisinya memburuk akibat sering diguyur hujan dan tidak adanya perbaikan.
“Dulu hanya lubang kecil, tapi karena tidak segera diperbaiki dan sering kena hujan, sekarang kerusakannya semakin luas,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi jalan saat ini tergolong parah. Aspal di sejumlah titik sudah mengelupas dan terdapat lubang dengan kedalaman mencapai 10 hingga 15 sentimeter. Saat musim hujan, jalan berubah menjadi kubangan air, sementara pada musim kemarau menimbulkan debu yang mengganggu.
BACA JUGA:Jaga Stabilitas Harga, BULOG DIY Gelontorkan 21 Ribu Liter Minyakita
Kerusakan tersebut berdampak langsung pada aktivitas masyarakat. Warga harus memperlambat laju kendaraan untuk menghindari lubang, sehingga waktu tempuh menjadi lebih lama dan kurang efisien.
Selain itu, kondisi jalan yang rusak juga meningkatkan risiko kecelakaan. Cecep menyebutkan, beberapa minggu lalu sempat terjadi kecelakaan yang melibatkan pengendara motor pada malam hari. Pengendara tersebut terjatuh karena tidak melihat lubang yang tergenang air.
“Untungnya hanya luka ringan, tapi motornya rusak cukup parah di bagian depan. Apalagi penerangan jalan di sini juga minim,” tambahnya.
Ia menilai, ada dua faktor utama yang menyebabkan kerusakan jalan tersebut. Pertama, sistem drainase yang buruk sehingga air hujan menggenang di permukaan jalan. Kedua, seringnya kendaraan berat dengan muatan berlebih melintas, padahal jalan tersebut tidak diperuntukkan bagi kendaraan bertonase tinggi.
Hingga saat ini, perbaikan yang dilakukan masih bersifat swadaya oleh warga setempat dengan cara menimbun lubang menggunakan tanah atau batu koral. Sementara itu, dari pihak pemerintah daerah belum terlihat adanya perbaikan permanen seperti pengaspalan ulang.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan untuk memperbaiki jalan tersebut secara menyeluruh. Perbaikan diharapkan tidak hanya sebatas pengaspalan, tetapi juga disertai pembangunan saluran drainase yang memadai agar kerusakan tidak kembali terjadi di kemudian hari. (Dinda Ayu Pratama)
- Tag
- Share
-