Laris via Live Streaming, Toko Sepatu Sukarame Jual Belasan Pasang Sehari

Laris via Live Streaming, Toko Sepatu Sukarame Jual Belasan Pasang Sehari

Laris via Live Streaming, Toko Sepatu Sukarame Jual Belasan Pasang Sehari--Ist

BANDAR LAMPUNG, LAMPUIJO.CO.ID – Industri ritel sepatu di kawasan Sukarame, BANDAR LAMPUNG, menunjukkan adaptasi kuat di tengah gempuran pasar digital. Salah satu pegawai di salah satu toko sepatu Sandi Satrio (21), membuktikan bahwa kombinasi koleksi sepatu basket berkualitas dan pemanfaatan media sosial menjadi kunci keberlangsungan bisnisnya.

Toko sepatu yang menawarkan berbagai merek ternama seperti Adidas, Puma, New Balance (NB), The North Face, hingga koleksi khusus sepatu basket seperti Jordan. Toko ini menyediakan pilihan kondisi barang bagi pelanggan, mulai dari barang bekas (second) hingga kondisi baru (like new).

"Untuk sepatu basket kebanyakan kami sediakan yang second, tapi kalau merek seperti Adidas, NB, dan Puma itu rata-rata kondisinya baru semua," ujar Sandi saat ditemui di tokonya di kawasan Sukarame pada 10 april 2026.

Mengenai harga, toko ini mematok angka yang cukup kompetitif. Untuk koleksi sepatu second, harga dimulai dari Rp200.000, sementara untuk produk baru berada di kisaran Rp400.000 hingga Rp650.000. Harga yang miring ini menarik perhatian segmentasi pasar yang unik, yakni para reseller atau pedagang sepatu lainnya.

BACA JUGA:TP Posyandu Condongcatur Jalani Klarifikasi Lapangan Lomba DIY 2026

"Kebanyakan yang belanja di sini justru para seller lagi, karena mungkin mereka menganggap harganya agak miring. Tapi ada juga dari kalangan atlet dan pembeli umum lainnya," tambah Sandi.

Meski melayani pembelian langsung secara luring (offline), Sandi mengaku bahwa perputaran barang jauh lebih cepat melalui jalur daring (online). Dalam sehari, penjualan offline hanya laku beberapa pasang, namun melalui platform TikTok, ia mampu menjual lebih dari 15 pasang sepatu setiap harinya.

Strategi pemasaran yang diterapkan pun terencana dengan matang. Sebelum mengadakan promo besar-besaran, Sandi biasanya mengunggah video pendek di Instagram dan TikTok sebagai langkah persiapan bagi pelanggan.

“Biasanya H-3 sebelum promo kami sudah siapkan video dan di-unggah ke media sosial. Jadi saat hari-H, pelanggan sudah tahu dan tinggal checkout ketika kami melakukan live streaming," jelas Sandi sebagai pegawai pada toko sepatu tersebut. 

Keberhasilan toko sepatu di Sukarame ini menjadi gambaran nyata bagaimana UMKM di Bandar Lampung mulai bertransformasi dari metode konvensional menuju ekosistem digital demi menjangkau pasar yang lebih luas. (Dini)

Tag
Share
Berita Lainnya