KAI Daop 6 Sesalkan Insiden Warga Tertemper KA Gajayana Tambahan di Jalur Maguwo–Brambanan
KAI Daop 6 Sesalkan Insiden Warga Tertemper KA Gajayana Tambahan di Jalur Maguwo–Brambanan--Ist
SLEMAN, LAMPUIJO.CO.ID — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta menyesalkan insiden tertempernya seorang warga oleh kereta api yang terjadi pada Rabu (25/3/2026) pagi. Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kedisiplinan masyarakat saat berada di kawasan perkeretaapian.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.53 WIB dan melibatkan KA 7002A Gajayana Tambahan dengan rute Gambir–Malang. Insiden berlangsung di kilometer 155+3/4, tepatnya di petak jalur antara Stasiun Maguwo dan Brambanan, Jawa Tengah.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan pihaknya sangat menyayangkan kejadian tersebut dan berharap tidak terulang kembali.
“Kami sangat menyayangkan insiden ini. Masyarakat kami imbau untuk selalu mematuhi rambu yang ada dan tidak beraktivitas di jalur rel, karena jalur kereta merupakan area steril yang hanya diperuntukkan bagi operasional perjalanan KA,” kata Feni.
Korban dalam kejadian ini telah ditangani oleh aparat kepolisian setempat. Sementara itu, seluruh awak dan penumpang KA Gajayana Tambahan dipastikan dalam kondisi selamat.
KAI juga menyampaikan permohonan maaf kepada para penumpang atas kejadian tersebut, meski tidak sampai mengganggu keselamatan perjalanan.
KAI Daop 6 Yogyakarta kembali mengingatkan bahwa aktivitas di jalur rel maupun perlintasan sebidang yang tidak sesuai aturan sangat berisiko. Selain membahayakan diri sendiri, hal tersebut juga dapat mengancam keselamatan petugas dan penumpang kereta api.
Masyarakat diminta untuk tidak membuat perlintasan liar dan hanya melintas di perlintasan resmi yang telah dilengkapi rambu serta sistem pengamanan. Pengguna jalan juga diimbau agar tetap waspada, fokus, dan disiplin saat melintas di perlintasan.
BACA JUGA: Arus Mudik 2026 di Terminal Giwangan Mulai Melandai Usai Puncak Keberangkatan
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Karena itu kami mengajak masyarakat untuk tidak beraktivitas di sekitar jalur rel dan hanya menggunakan perlintasan resmi,” jelasnya.
KAI berharap kesadaran masyarakat terhadap keselamatan di kawasan perkeretaapian terus meningkat, sehingga kejadian serupa tidak kembali terjadi. (Faqih).
- Tag
- Share
-