Sambung Rasa DPRD DIY–Sleman di Condongcatur, Warga Soroti Jalan hingga Kabel Semrawut
Sambung Rasa DPRD DIY–Sleman di Condongcatur, Warga Soroti Jalan hingga Kabel Semrawut--Ist
BACA JUGA:Jogja City Mall Hadirkan Program Berbagi Takjil Gratis Selama Ramadan 2026
“Prioritas pengaspalan di Kabupaten Sleman antara lain untuk kawasan pelayanan publik, lingkungan tokoh masyarakat, dan fasilitas umum. Tahun 2026 anggaran aspal meningkat dari sekitar Rp60 miliar menjadi Rp160 miliar untuk memperbaiki sejumlah ruas jalan yang kondisinya sudah rusak atau memiliki tingkat urgensi tinggi,” katanya.
Ia menambahkan, rencana pengaspalan Jalan Anggajaya 2 dijadwalkan mulai dikerjakan pada April 2026 dan akan disertai dengan perbaikan saluran drainase.
Di sisi lain, Ketua DPRD DIY Nuryadi menegaskan bahwa anggota DPRD pada dasarnya merupakan wakil rakyat yang bertugas menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Menurutnya, kegiatan Sambung Rasa seperti ini menjadi cara bagi DPRD untuk mendengar langsung berbagai persoalan yang dihadapi warga di lapangan.
BACA JUGA:Plt. Bupati Lamteng Bersama DPD PPNI Gelar Baksos di Kota Gajah
“Kami bukan pejabat, tetapi wakil rakyat. Kebahagiaan kami ketika datang ke masyarakat bisa diterima dengan baik dan mendengar langsung aspirasi yang disampaikan warga,” ungkap Nuryadi.
Ia berharap berbagai masukan yang disampaikan masyarakat dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan maupun pengawasan terhadap jalannya pemerintahan daerah.
Dalam sesi dialog, sejumlah warga memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan berbagai persoalan di lingkungan mereka. Salah satunya disampaikan Ketua RW 10 Sanggrahan yang menyoroti keberadaan tiang provider internet dan telekomunikasi yang dipasang tanpa izin warga.
Selain itu, kabel yang terpasang juga dinilai semrawut dan berpotensi membahayakan pengguna jalan, termasuk adanya beberapa tiang yang terlihat miring dan dikhawatirkan dapat roboh.
BACA JUGA:Ketua IV TP PKK Lamteng Wakili Plt. Ketua Hadiri Baksos HKG PKK dan HUT Lampung di Bandar Sari
Aspirasi lain datang dari Dukuh Pondok yang mengusulkan adanya perhatian khusus bagi para Ketua RT dan RW sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat. Mereka dinilai memiliki peran penting dalam pelayanan administrasi kependudukan, kegiatan kemasyarakatan, hingga menjaga ketertiban lingkungan.
Sementara itu, Dukuh Dabag menyampaikan bahwa wilayah Depok, khususnya Condongcatur, merupakan salah satu penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) terbesar di Kabupaten Sleman. Karena itu ia berharap perhatian terhadap pembangunan infrastruktur, terutama jalan, juga dapat ditingkatkan.
Berbagai aspirasi yang disampaikan warga tersebut kemudian dicatat untuk ditindaklanjuti oleh para anggota DPRD sesuai dengan bidang tugas masing-masing.
Kegiatan Sambung Rasa ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan jalinan silaturahmi antara pemerintah daerah, wakil rakyat, dan masyarakat. (Faqih).
- Tag
- Share
-