MAGELANG, LAMPUIJO.CO.ID – Industri perfilman Indonesia kembali diramaikan dengan kehadiran film bergenre drama komedi berjudul Piye To Kih?. Mengangkat kisah percintaan yang tidak biasa, film ini memadukan humor absurd, misteri, dan drama emosional dalam cerita cinta yang terhalang perbedaan alam.
Diproduksi Miracle Pictures berkolaborasi dengan Woko Channel, Piye To Kih? dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 19 November 2026.
Menjelang penayangan resminya, film tersebut diperkenalkan kepada masyarakat melalui rangkaian roadshow dan special screening di sejumlah kota, salah satunya di Platinum Cineplex Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (24/10/2026).
Film garapan sutradara Ito Mavin ini tidak hanya menawarkan hiburan melalui adegan komedi, tetapi juga menyisipkan pesan mengenai cinta, pengorbanan, dan pentingnya menghargai nilai diri sendiri.
Cerita berpusat pada Mukidi, seorang pria sederhana yang diperankan Heri Chandra. Demi membuktikan keseriusannya dalam menjalin hubungan, Mukidi berusaha memperbaiki kondisi ekonomi hingga memutuskan membeli rumah sebagai persiapan membangun kehidupan rumah tangga.
BACA JUGA:Pemkot Yogyakarta Dorong Industri Kreatif, Bidik Peluang Jadi Pusat Perfilman Nasional
Namun, rumah murah yang dibelinya justru menjadi awal dari serangkaian kejadian tak terduga. Mukidi bertemu Sukma, perempuan misterius yang diperankan Dara Sarasvati dan ternyata berasal dari alam berbeda.
Pertemuan tersebut membawa Mukidi ke dalam perjalanan cinta yang penuh persoalan. Bersama dua sahabatnya, Gendut dan Penyok, ia harus menghadapi berbagai peristiwa ganjil yang menghadirkan kelucuan sekaligus konflik emosional.
Karakter Gendut diperankan Sutrisno Agung, sedangkan Penyok dimainkan Eko Dunung. Kehadiran keduanya turut memperkuat unsur komedi yang menjadi ciri khas film tersebut.
Komedi Absurd dengan Pesan tentang Nilai Diri
Sutradara sekaligus produser Piye To Kih?, Ito Mavin, mengatakan cerita film tersebut dikembangkan bukan semata-mata untuk mengundang tawa penonton.
Menurutnya, terdapat pesan mengenai pentingnya mengenali potensi dan nilai diri sebelum berusaha mendapatkan sesuatu yang diinginkan, termasuk dalam hubungan percintaan.
"Biasanya di zaman sekarang kita sering kali melupakan value yang kita punya, kemudian kita berusaha menjadi orang lain untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Padahal, satu-satunya cara untuk mendapatkan apa yang kita inginkan adalah memantaskan diri," ujar Ito seusai pemutaran film di Magelang, Sabtu (24/10/2026).
Ia menjelaskan, gagasan cerita tersebut berangkat dari berbagai pengalaman dan pengamatan terhadap kehidupan sehari-hari.
BACA JUGA:Polres Mesuji Gerebek 2 Lokasi Narkoba, Sita 230 Pil Ekstasi, Sabu dan Senpi Rakitan