Hasto turut menyampaikan pesan kepada para penyandang disabilitas agar tidak merasa rendah diri akibat keterbatasan fisik.
Menurutnya, kondisi fisik tidak menentukan seseorang dapat berprestasi atau tidak.
“Banyak orang yang fisiknya belum tentu sempurna tetapi prestasinya luar biasa. Banyak juga orang yang fisiknya sempurna tapi belum tentu berprestasi,” ucapnya.
Ia mendorong para penyandang disabilitas di Kota Yogyakarta untuk terus maju dan berkontribusi bagi masyarakat.
“Bagi para difabel yang ada di Kota Yogyakarta, ayolah kita tetap maju untuk diri kita, untuk masyarakat kita dan untuk bangsa dan negara,” tuturnya.
Kegiatan pemecahan rekor MURI dengan penggunaan bahasa isyarat tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran publik mengenai pentingnya inklusi. Bagi Hasto, pembangunan yang inklusif harus memastikan seluruh warga, termasuk penyandang disabilitas, memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dan berkembang. (Faqih).