Serahkan Memori Jabatan kepada Tiga Plt, Hasto Pastikan Program OPD Tetap Berjalan

Selasa 07-07-2026,14:00 WIB
Reporter : Alvin Septian
Editor : Alvin Septian

YOGYAKARTA, LAMPUIJO.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melakukan serah terima dokumen memori jabatan dari tiga pejabat yang memasuki masa purna tugas kepada pelaksana tugas (Plt) yang ditunjuk untuk memimpin organisasi perangkat daerah (OPD). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keberlanjutan program dan percepatan penyelesaian berbagai persoalan strategis di masing-masing instansi.

Serah terima memori jabatan berlangsung di Balai Kota Yogyakarta, Jum'at (3/7/2026), dan disaksikan Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan, serta jajaran pejabat terkait.

Tiga dokumen memori jabatan yang diserahkan yakni Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dari Yunianto Dwisutono kepada Agus Arif Nugroho, Kepala Dinas Kesehatan dari Emma Rahmi Aryani kepada Lana Unwanah, serta Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) dari Maryustion Tonang kepada Patricia Heny Dian Anitasari.

Hasto mengatakan dokumen memori jabatan menjadi instrumen penting agar para Plt dapat langsung memahami pekerjaan yang sedang berjalan, termasuk berbagai persoalan yang harus segera ditangani.

BACA JUGA:Perkuat Layanan Bantuan Hukum, YLBH WIRASAKTI Gelar Pelatihan Paralegal Batch 3

“Harapan saya ketika ada memori jabatan, Plt-Plt itu mengamankan jangan sampai lengah. Biasanya kalau tidak diingatkan kadang-kadang tidak nyambung karena tidak tahu masalah yang harus disegerakan,” kata Hasto usai acara.

Menurut Hasto, penunjukan Plt diperlukan karena proses pengisian jabatan definitif membutuhkan waktu dan harus melalui sejumlah tahapan administrasi, termasuk koordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Ia menilai serah terima memori jabatan dapat mempercepat proses adaptasi pejabat baru sehingga tidak perlu mempelajari seluruh persoalan organisasi dari awal.

“Kalau tidak seperti ini, Plt belajar sendiri bisa dua minggu bahkan satu bulan. Kalau ada memori jabatan, ada panduan pekerjaan apa yang harus diselesaikan,” katanya.

Hasto menargetkan masa penugasan Plt tidak berlangsung terlalu lama dan berharap pengisian pejabat definitif dapat segera dilakukan.

“Setidaknya tidak sampai setengah tahun,” ungkapnya.

Dalam memori jabatan yang diserahkan, sejumlah pekerjaan rumah dan program prioritas menjadi perhatian. Mantan Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Yogyakarta Yunianto Dwisutono menyoroti pengelolaan rumah dinas yang berada di bawah Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga serta keberlanjutan program bedah rumah yang menjadi salah satu program unggulan Wali Kota Yogyakarta.

BACA JUGA:Sempat Dikira Tertidur, Pengemudi Bentor Ditemukan Meninggal di Depan Toko di Yogyakarta

Menurut Yunianto, program bedah rumah menunjukkan capaian positif. Pada 2025, sebanyak 62 rumah diperbaiki melalui dukungan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), sedangkan hingga Juni 2026 jumlahnya telah mencapai 77 rumah.

Sementara itu, mantan Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani menekankan pentingnya penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat penurunan angka stunting. Selain itu, ia juga mendorong optimalisasi program satu kampung satu bidan dan percepatan eliminasi tuberkulosis pada 2030.

Kategori :