Dukung Pendidikan Inklusif, Pemkot Yogyakarta Tambah Kuota Afirmasi SPMB SMP 2026
Dukung Pendidikan Inklusif, Pemkot Yogyakarta Tambah Kuota Afirmasi SPMB SMP 2026--Ist
YOGYAKARTA, LAMPUIJO.CO.ID – Pemerintah Kota Yogyakarta terus memperkuat pemerataan akses pendidikan melalui pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Tahun Ajaran 2026/2027. Selain menambah daya tampung sekolah negeri, Pemkot Yogyakarta juga meningkatkan kuota bagi kelompok rentan guna memastikan seluruh anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan berkualitas.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, mengatakan total daya tampung SMP negeri tahun ini mencapai 3.584 kursi, termasuk 64 kursi untuk Kelas Khusus Olahraga (KKO). Sementara daya tampung melalui sistem Real Time Online (RTO) sebanyak 3.520 kursi.
Menurutnya, peningkatan daya tampung dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah selatan Kota Yogyakarta yang mengalami peningkatan kebutuhan layanan pendidikan.
“Penambahan daya tampung dilakukan di SMP Negeri 10 Yogyakarta dengan dua rombongan belajar baru. Langkah ini merupakan upaya pemerintah untuk memastikan akses pendidikan semakin merata dan mudah dijangkau masyarakat,” ujar Budi dalam jumpa pers di Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Rabu (17/6/2026).
BACA JUGA:Sambut 1 Muharam 1448 H, Polres Mesuji Gelar Doa Bersama dan Santuni Anak Yatim
Pada pelaksanaan SPMB tahun 2026, kuota penerimaan siswa dibagi melalui beberapa jalur, meliputi jalur domisili radius, domisili dalam daerah, afirmasi, prestasi, serta mutasi dan kemaslahatan guru.
Salah satu kebijakan yang mendapat perhatian adalah peningkatan kuota jalur afirmasi. Tahun ini, kuota afirmasi bagi keluarga penerima program perlindungan sosial dan penyandang disabilitas mencapai 25 persen dari total daya tampung. Kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
“Peningkatan kuota afirmasi dilakukan agar semakin banyak anak dari keluarga rentan maupun penyandang disabilitas memperoleh kesempatan belajar di sekolah negeri,” katanya.
Dindikpora mencatat jumlah lulusan SD di Kota Yogyakarta setiap tahun berkisar 6.800 siswa. Sementara itu, total daya tampung SMP negeri dan swasta di Kota Yogyakarta mencapai hampir 9.000 kursi. Dengan kapasitas tersebut, pemerintah memastikan seluruh lulusan SD memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP.
Khusus untuk jalur afirmasi disabilitas, pemerintah menyediakan 211 kursi. Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan jumlah lulusan SD penyandang disabilitas yang tercatat sebanyak 129 anak.
Pemkot Yogyakarta juga memastikan dukungan pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus yang melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta melalui program Jaminan Pendidikan Daerah (JPD). Melalui skema tersebut, siswa penyandang disabilitas tetap memperoleh bantuan pendidikan sehingga tidak terkendala faktor ekonomi.
Selain memperluas akses pendidikan, Pemkot Yogyakarta juga terus menjaga kualitas pembelajaran. Pada pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026, Kota Yogyakarta mencatat prestasi membanggakan dengan menempati peringkat pertama nasional untuk jenjang SD dan SMP.
BACA JUGA:Kapolres Mesuji Turun Langsung Salurkan Air Bersih untuk Warga Desa Labuhan Permai
Untuk jenjang SD, rata-rata nilai Bahasa Indonesia mencapai 78,26 dan Matematika 67,29 dengan rata-rata total 72,71. Sementara rata-rata total TKA jenjang SMP mencapai 135,49.
- Tag
- Share
-