Lampung Perkuat Kewaspadaan Flu Burung dengan Pendekatan One Health

Kamis 25-06-2026,11:00 WIB
Reporter : Alvin Septian
Editor : Alvin Septian

BANDARLAMPUNG, LAMPUIJO.CO.ID -- Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman penyakit zoonosis melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor.

Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela dalam acara Training of Trainer (ToT) Investigasi Terkoordinasi Kasus Flu Burung Menggunakan Joint Outbreak Investigation (Join) Tool Provinsi Lampung Tahun 2026 di Hotel Swissbell, Bandarlampung, Senin (22/6/2026).

Dalam sambutannya, Wagub Jihan menegaskan bahwa pengalaman pandemi coronavirus disease of 2019 (Covid-19) memberikan pelajaran penting bahwa kedaruratan kesehatan masyarakat tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga memengaruhi perekonomian, pendidikan, mobilitas masyarakat, ketahanan sosial, hingga kapasitas fiskal pemerintah.

Menurutnya, keberhasilan pengendalian wabah sangat ditentukan oleh kecepatan deteksi kasus, ketepatan notifikasi, serta koordinasi yang kuat antarinstansi dan lintas sektor.

BACA JUGA:Tejo Fest 2026 Dorong Seni, Budaya, dan UMKM Tegalrejo Masuk Kalender Wisata Yogyakarta

“Covid-19 mengajarkan kepada kita bahwa kecepatan sangat menentukan, data sangat menentukan, dan koordinasi sangat menentukan keberhasilan pengendalian wabah. Keterlambatan deteksi kasus, informasi yang terfragmentasi, dan respons yang tidak terkoordinasi dapat memperpanjang dampak krisis,” ujarnya.

Wagub Jihan menekankan bahwa ancaman flu burung perlu mendapat perhatian serius karena bukan sekadar persoalan kesehatan hewan, melainkan bagian dari ancaman kesehatan masyarakat yang membutuhkan kesiapsiagaan bersama. 

Untuk itu, pendekatan One Health yang mengintegrasikan kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan menjadi kebutuhan operasional yang harus diterapkan secara nyata.

“Ketika sinyal risiko muncul pada unggas maupun lingkungan, investigasi harus dilakukan secara terpadu dan cepat. Karena itu, koordinasi menjadi kunci dalam setiap upaya pencegahan dan pengendalian,” katanya.

Wagub Jihan menjelaskan bahwa investigasi wabah harus mencakup penelusuran epidemiologis, pengambilan dan pemeriksaan spesimen, identifikasi faktor risiko, komunikasi risiko kepada masyarakat, hingga pengambilan keputusan berbasis bukti. 

Ia menegaskan bahwa seluruh proses tersebut membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, sektor peternakan, dan pemangku kepentingan lainnya.

BACA JUGA:Motor Raib Saat Belanja di Alfamart Gunung Terang, Aksi Pelaku Terekam CCTV

Menurutnya, JOIN Tool menjadi instrumen penting dalam memperkuat investigasi terkoordinasi karena mampu membangun pemahaman situasi yang sama di antara berbagai sektor. 

Data yang dikumpulkan tidak boleh berhenti sebagai laporan sektoral, tetapi harus menjadi dasar respons bersama yang cepat, tepat, dan akuntabel.

Lebih lanjut, Wagub Jihan menilai Lampung memiliki posisi strategis dalam upaya penguatan kewaspadaan zoonosis dimana selain memiliki aktivitas peternakan yang tinggi, Lampung juga menjadi salah satu daerah pemasok ternak dan produk peternakan dengan mobilitas manusia maupun barang yang cukup intensif.

Kategori :