Pemkot Yogyakarta Perketat Pengawasan Hewan Kurban Jelang Iduladha 2026

Rabu 13-05-2026,15:00 WIB
Reporter : Faqih
Editor : Alvin Septian

BACA JUGA:Kapolres Mesuji Ajak Warga Tenang Usai Insiden Ponpes, Penanganan Diserahkan ke Aparat Kepolisian

Di sisi lain, Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sri Panggarti, mengimbau masyarakat lebih teliti saat membeli hewan kurban. Salah satunya dengan meminta Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

Menurut Sri Panggarti, langkah itu penting terutama untuk hewan yang didatangkan dari luar daerah atau wilayah yang pernah ditemukan kasus antraks seperti Gunungkidul.

“Kalau hewan berasal dari daerah yang ada kasus antraks, harus dilengkapi hasil uji laboratorium yang menyatakan negatif antraks,” kata Sri Panggarti.

Selain antraks, penyakit lain yang menjadi perhatian menjelang Iduladha yakni Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD).

BACA JUGA:Kapolres Mesuji Ajak Warga Tenang Usai Insiden Ponpes, Penanganan Diserahkan ke Aparat Kepolisian

Ia juga menjelaskan beberapa ciri hewan kurban yang sehat, di antaranya mata terlihat cerah, bulu halus, hidung lembab, dan aktif mengunyah.

“Kalau hidungnya kering biasanya perlu dicurigai karena bisa jadi sedang demam atau sakit. Hewan sehat biasanya aktif dan sering mengunyah,” tuturnya.

Selama ini pasokan hewan kurban di Kota Yogyakarta berasal dari wilayah DIY maupun luar daerah seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur. Untuk lalu lintas hewan dari luar DIY, pemerintah mewajibkan adanya rekomendasi masuk dengan syarat hewan dipastikan bebas PMK, LSD, maupun antraks. (Faqih).

Kategori :