METRO, LAMPUIJO.CO.ID — Kenaikan harga komoditas bumbu dapur, khususnya bawang merah, di Pasar Kopindo Metro Rabu 22 April 2026 mulai dikeluhkan baik oleh pedagang maupun masyarakat. Kenaikan yang terjadi dalam sepekan terakhir ini memaksa konsumen untuk memutar otak dalam mengatur uang belanja harian.
Seorang pedagang di Pasar Kopindo Metro, Dayat (42), mengungkapkan bahwa meski harga bawang putih cenderung stabil, harga bawang merah justru merangkak naik cukup signifikan.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Rabu pagi, berikut adalah rincian harga di lapak Dayat:
* Bawang Putih (Jenis Kating): Harga masih stabil di angka Rp35.000 per kilogram.
* Bawang Merah (Jenis Brebes): Mengalami kenaikan dari harga normal Rp35.000 menjadi Rp40.000 per kilogram.
BACA JUGA:23 Tahun Berjualan Gorengan, Kartiyem di Metro Jadi Cerminan Kartini Masa Kini
"Ada kenaikan sekitar Rp5.000 untuk bawang merah. Kalau bawang putih harganya masih standar," ujar Dayat yang sudah berjualan selama 6 tahun ini.
Kenaikan harga ini dirasakan langsung dampaknya oleh para pembeli. Ani, salah satu pengunjung Pasar Kopindo yang sedang berbelanja, mengungkapkan keresahannya.
"Biasanya saya beli langsung sekilo untuk stok di rumah, tapi sekarang harganya naik jadi Rp40.000 ribu. Ya, terpaksa dikurangi mba, beli seperempat atau setengah kilo saja yang penting ada bumbu di dapur. Maunya sih harga stabil terus, soalnya kalau bumbu naik, pengeluaran lain jadi ikut keganggu," ujar Ani sambil memilah bawang.
Dayat mengakui bahwa perubahan perilaku pembeli seperti yang dialami Ani berdampak pada omzetnya. Pelanggan yang biasanya membeli dalam jumlah besar kini lebih memilih membeli eceran dalam jumlah kecil.
BACA JUGA:Audiensi dengan Dinas Kesehatan, FKS Kota Metro Matangkan Rencana Program Kerja
"Pembeli jadi berkurang karena harga tinggi. Biasanya orang beli satu kilo, sekarang paling cuma beli seperempat atau maksimal setengah kilo saja," keluh Dayat.
Para pedagang dan pembeli di Pasar Kopindo Metro menaruh harapan besar agar harga bumbu dapur bisa segera turun. Harga yang murah dan stabil dinilai menjadi kunci utama agar aktivitas jual beli di pasar kembali bergairah.
"Harapannya harga bisa turun lagi supaya pembeli ramai lagi seperti biasa. Kalau murah, orang belinya bisa di atas satu kilo," pungkas Dayat. (Erwin Syah Putra)