SLEMAN, LAMPUIJO.CO.ID — Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) RI, Irene Umar, melakukan kunjungan kerja ke Kampung Pringwulung, Kalurahan Condongcatur, serta Kampung Pringgodani di Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (15/4/2026).
Kunjungan ini dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan ekosistem ekonomi kreatif berbasis masyarakat yang dikembangkan dengan pendekatan lingkungan dan pemberdayaan warga.
Dalam kunjungan tersebut, Irene didampingi jajaran Kementerian Ekonomi Kreatif dan disambut pemerintah kalurahan, para dukuh, PKK padukuhan, tokoh masyarakat, hingga pelaku usaha kreatif setempat.
Sejumlah program unggulan yang telah berjalan di lokasi turut ditinjau. Mulai dari urban farming oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) melalui budidaya jamur tiram, keberadaan microlibrary sebagai ruang belajar warga, hingga inovasi KPI Mina Wulung yang mengolah air wudhu masjid untuk budidaya lele terintegrasi dengan sistem hidroponik.
BACA JUGA:IPM Lampung Gelar LYDF 2026 di UM Metro, Dorong Literasi Demokrasi dan Peran Aktif Generasi Muda
Tak hanya itu, rombongan juga meninjau aktivitas UMKM di bantaran sungai yang kini berkembang menjadi sentra kuliner dan produk daur ulang. Upaya mitigasi bencana berbasis warga melalui Pos Pantau Banjir dan RTP Gatotkaca, serta pengolahan limbah menjadi eko enzim dan pupuk organik cair, juga menjadi perhatian.
Penataan kawasan dengan konsep 3M yang menempatkan sungai sebagai halaman depan, serta pengelolaan sanitasi yang terhubung dengan IPAL komunal, dinilai menjadi bagian penting dalam perubahan wajah kawasan tersebut.
Irene Umar mengapresiasi perubahan signifikan yang terjadi. Ia menilai kawasan yang sebelumnya kurang tertata kini mampu berkembang menjadi ruang hidup yang lebih layak, produktif, dan bernilai ekonomi.
“Ini contoh nyata bagaimana ekonomi kreatif bisa tumbuh dari masyarakat. Kolaborasi antara warga, pemerintah kalurahan, dan kampus berjalan baik dan sejalan dengan upaya mendorong ekraf yang inklusif serta berkelanjutan,” ujarnya.
BACA JUGA:KAI Resmi Operasikan Rangkaian Stainless Steel di KA Singasari dan Bangunkarta
Sementara itu, Pemerintah Kalurahan Condongcatur berharap kunjungan ini tidak berhenti pada peninjauan saja, tetapi berlanjut pada pendampingan yang lebih konkret. Terutama dalam hal perlindungan kekayaan intelektual, penguatan merek, hingga pemasaran digital bagi produk UMKM.
“Harapannya produk UMKM di sini bisa semakin kuat, punya daya saing, dan mampu bertahan dalam jangka panjang. Bahkan bisa berkembang dari skala lokal menjadi nasional,” kata Dukuh Pringwulung, Sahid Fahrudin.
Kunjungan ini diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis komunitas yang berkelanjutan. (Faqih)