Padat Karya Infrastruktur Jadi Andalan Pemkot Yogyakarta Tekan Pengangguran

Kamis 09-04-2026,12:00 WIB
Reporter : Alvin Septian
Editor : Alvin Septian

YOGYAKARTA, LAMPUIJO.CO.ID — Pemerintah Kota Yogyakarta terus memperkuat program padat karya sebagai strategi dalam menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program ini dinilai efektif karena menggabungkan pembangunan infrastruktur dengan pemberdayaan warga berbasis gotong royong atau guyup rukun.

Hal tersebut disampaikan dalam pembukaan Padat Karya Infrastruktur yang digelar di Balai Manunggal Mrican, Giwangan, Umbulharjo, Senin (6/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam merespons tantangan ekonomi yang berdampak pada meningkatnya kebutuhan lapangan pekerjaan.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta, Maryustion Tonang, mengatakan bahwa program padat karya dirancang untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat sekaligus menyerap tenaga kerja lokal.

“Padat karya ini lebih mengutamakan tenaga manusia tanpa bergantung pada teknologi konstruksi modern, sehingga mampu membuka kesempatan kerja bagi masyarakat,” ujar Maryustion.

BACA JUGA:Pemuda Asal Metro Tewas Terjatuh ke Rawa Saat Berburu Burung di Lampung Tengah

Ia menambahkan, program ini menyasar masyarakat usia produktif, khususnya di atas 40 tahun yang dinilai lebih rentan mengalami kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan baru. Dalam satu titik kegiatan, program ini melibatkan sekitar 30 pekerja dengan durasi kerja rata-rata 25 hari.

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Dedi Budiono, menegaskan bahwa padat karya mengusung konsep “2 in 1”, yakni pembangunan infrastruktur sekaligus pemberdayaan masyarakat.

“Selain membangun infrastruktur di wilayah, program ini juga memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat, meskipun sifatnya sementara,” katanya.

Secara keseluruhan, terdapat 10 titik pelaksanaan padat karya di Kota Yogyakarta dengan total tenaga kerja lebih dari 300 orang. Jika ditambah dukungan dari wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), jumlah tenaga kerja yang terlibat diperkirakan mencapai sekitar 400 orang.

BACA JUGA:Lussy Renata Rilis Pesan Terakhir, Lagu Penuh Emosi tentang Perpisahan dan Rindu

Adapun lokasi program tersebar di sejumlah kelurahan, yakni Kelurahan Giwangan, Purbayan, Kricak, Cokrodingratan, Tegal Panggung, Rejowinangun, Gowongan, Pringgokusuman, Patehan, dan Prawirodirjan.

Salah satu proyek yang dikerjakan adalah pembangunan talud penahan longsor di bantaran irigasi wilayah Giwangan sepanjang 14,5 meter dengan tinggi sekitar 4 meter. Pembangunan ini dinilai penting mengingat kondisi tanah di kawasan tersebut rawan longsor.

Ketua Kelompok Padat Karya Kelurahan Giwangan, Suwarto, menyampaikan bahwa program ini sangat membantu warga, khususnya mereka yang sebelumnya menganggur atau memiliki pekerjaan tidak tetap.

“Harapannya program ini bisa terus berlanjut karena masih banyak kebutuhan di lingkungan dan warga yang membutuhkan pekerjaan,” ungkapnya.

BACA JUGA:Sinergi Pemerintah dan Aparat, Patroli Paskah di Condongcatur Berlangsung Lancar

Kategori :