SLEMAN, LAMPUIJO.ID — Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar peringatan Nuzulul Quran 1447 Hijriah melalui kegiatan pengajian di Masjid Agung dr. Wahidin Sudirohusodo, Sleman, Jumat (6/3/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Sleman Harda Kiswaya bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Sleman.
Dalam sambutannya, Harda Kiswaya menegaskan bahwa peringatan Nuzulul Quran bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum turunnya Al-Qur'an itu, menurutnya, harus menjadi pengingat bagi umat Islam untuk terus mempelajari sekaligus mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.
“Dalam kondisi dunia yang penuh ketidakpastian seperti saat ini, Al-Qur’an harus tetap menjadi penuntun dan pedoman utama agar kita tetap berada di jalan yang lurus,” ujar Harda.
Ia menilai perkembangan teknologi yang semakin pesat serta dinamika sosial dan ekonomi global menghadirkan berbagai tantangan bagi masyarakat. Oleh karena itu, nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an dinilai penting sebagai landasan moral dan spiritual dalam menghadapi perubahan zaman.
BACA JUGA:Ulang Tahun ke-20 Plaza Ambarrukmo, Bagikan Takjil Gratis untuk Pengunjung
Peringatan yang digelar pada malam 17 Ramadan tersebut juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sleman. Dalam kegiatan itu, hadir pula penceramah KH. Imam Syafi'i yang menyampaikan tausiyah mengenai hakikat pengabdian manusia kepada Tuhan.
Harda juga mengajak masyarakat untuk memaknai ketakwaan tidak hanya dalam konteks ibadah ritual, tetapi juga tercermin dalam perilaku sosial. Ia menekankan pentingnya nilai-nilai seperti kejujuran, amanah, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama.
“Saya mengajak seluruh jemaah untuk menggiatkan kegiatan sosial yang murah hati dan meningkatkan kesejahteraan sesama. Manfaatkan bulan Ramadan ini untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah kita,” katanya.
Di akhir sambutannya, Harda mengingatkan pentingnya kesadaran akan keterbatasan waktu hidup manusia. Ia mengajak masyarakat untuk memperkuat iman dan memperbanyak amal kebaikan sebagai bekal kehidupan di masa depan.
“Ajal tidak pernah tahu kapan datangnya. Mari kita persiapkan dua tiket menuju surga, yaitu menjaga iman dan memperbanyak amal kebaikan sesuai tuntunan Al-Qur’an sebelum datang waktu sakit dan sempit kita,” pungkasnya. (Faqih).