Jumat Keliling di Sanggrahan, Kapolda DIY Perkuat Silaturahmi dengan Masyarakat

Jumat Keliling di Sanggrahan, Kapolda DIY Perkuat Silaturahmi dengan Masyarakat

Jumat Keliling di Sanggrahan, Kapolda DIY Perkuat Silaturahmi dengan Masyarakat--Ist

Pada dasarnya, keberadaan alat pembatas kecepatan bertujuan untuk mengurangi laju kendaraan sehingga keselamatan pengguna jalan dan warga sekitar lebih terjaga.

Namun, apabila pemasangannya tidak memperhatikan ketentuan teknis, alat yang seharusnya meningkatkan keselamatan justru dapat menimbulkan risiko bagi pengendara.

Kondisi polisi tidur yang terlalu tinggi, memiliki kemiringan curam, atau tidak dilengkapi penanda yang mudah terlihat menjadi perhatian tersendiri, terutama bagi pengguna sepeda motor dan warga lanjut usia.

BACA JUGA:Perkuat Perlindungan Pekerja, Pemkab Lampung Tengah Bekali 100 Peserta soal Aturan Kerja

Bambang berharap persoalan tersebut mendapat perhatian agar upaya pengendalian kecepatan kendaraan tetap mengutamakan keselamatan.

Ia juga mengusulkan agar pengaturan kecepatan kendaraan tidak selalu mengandalkan pembangunan polisi tidur.

Pemasangan rambu peringatan, papan imbauan agar pengendara mengurangi kecepatan, serta perlengkapan keselamatan jalan lainnya dapat menjadi pilihan sesuai kebutuhan dan kondisi lingkungan.

Persoalan yang disampaikan Bambang menjadi salah satu aspirasi konkret dalam pertemuan antara Kapolda DIY dan masyarakat.

Masukan tersebut juga menunjukkan bahwa persoalan keselamatan jalan lingkungan membutuhkan perhatian bersama, baik dari kepolisian, pemerintah daerah, instansi teknis yang berwenang, maupun masyarakat.

Makan Nasi Bungkus Bersama, Kapolda DIY Berbaur dengan Warga

Di luar pembicaraan mengenai keteladanan dan keselamatan berlalu lintas, kegiatan Jumat Keliling di Masjid Al Ikhlas juga menghadirkan suasana kebersamaan yang cukup menarik.

Setelah rangkaian silaturahmi dan dialog selesai, seluruh jemaah mendapatkan nasi bungkus untuk disantap bersama.

Irjen Pol Langgeng Purnomo, S.I.K., M.H., bersama jajaran pejabat utama Polda DIY, unsur pemerintah wilayah, tokoh agama, dan masyarakat kemudian duduk menikmati hidangan tersebut.

Tidak ada perbedaan makanan yang disajikan untuk pejabat maupun warga. Semuanya menikmati nasi bungkus yang sama dalam suasana santai dan penuh keakraban.

Momen sederhana itu menjadi bagian yang berkesan dalam kegiatan Jumat Keliling.

Tag
Share
Berita Lainnya