Rayakan Hari Museum Indonesia, Yogyakarta Gelar Pameran Trinetra 13-17 Oktober

  Rayakan Hari Museum Indonesia, Yogyakarta Gelar Pameran Trinetra 13-17 Oktober

Rayakan Hari Museum Indonesia, Yogyakarta Gelar Pameran Trinetra 13-17 Oktober--Ist

Ketiga zona itu menyajikan pengetahuan mengenai perkembangan dunia medis, peran pendidikan dan budi pekerti dalam membangun cara berpikir, hingga perjalanan perubahan zaman yang berkaitan dengan upaya menjaga kedaulatan bangsa.

Melalui penyajian tersebut, pengunjung diharapkan tidak sekadar mengetahui peristiwa masa lalu, tetapi juga dapat memahami kaitannya dengan kehidupan saat ini dan masa depan Indonesia.

Untuk menambah pengalaman pengunjung, penyelenggara menyiapkan beragam kegiatan pendukung. Di antaranya tur kuratorial, layanan pemeriksaan mata gratis dengan kuota terbatas, permainan edukatif Look n Find Me, serta kegiatan mengenal jamu tradisional melalui program "Njamu Jam Telu".

Selain itu, terdapat kegiatan "Lesehan Sejarah: Dari RS Dr. Yap, Sagan, hingga Kotabaru" yang mengangkat pembahasan sejarah kawasan. Rangkaian pameran juga mencakup kunjungan sekolah dan program edukasi yang ditujukan untuk memperkenalkan museum kepada kalangan pelajar.

Sementara itu, FKMK Kota Yogyakarta menggelar sarasehan bertajuk "Ruang Sempit, Dana Irit: Trik Pameran Kreatif Berbasis Koleksi". Forum tersebut menjadi kesempatan bagi para pengelola museum untuk berbagi pengalaman dan gagasan mengenai penyelenggaraan pameran dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia.

BACA JUGA:Urus KTP hingga Izin Usaha, Bupati Mesuji Dorong Semua Layanan Cukup Satu Aplikasi

Kolaborasi yang terbangun dalam Pameran Trinetra diharapkan dapat mempererat hubungan antarmuseum sekaligus membuka lebih banyak kesempatan kerja sama dengan mahasiswa, akademisi, komunitas, dan masyarakat.

Bagi peserta MYIP, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mempraktikkan ilmu yang telah diperoleh selama magang. Adapun bagi pengelola museum, pameran tersebut menjadi sarana untuk mencoba pendekatan baru dalam menyajikan koleksi agar lebih menarik dan mudah dipahami pengunjung.

Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta berharap kegiatan semacam ini dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan minat masyarakat mengunjungi museum sekaligus memperkuat ekosistem permuseuman di Kota Yogyakarta. (Faqih).

Tag
Share
Berita Lainnya