Angkutan Barang KAI Daop 6 Yogyakarta Naik 12 Persen, Tembus 320 Ribu Ton

Angkutan Barang KAI Daop 6 Yogyakarta Naik 12 Persen, Tembus 320 Ribu Ton

Angkutan Barang KAI Daop 6 Yogyakarta Naik 12 Persen, Tembus 320 Ribu Ton--Ist

YOGYAKARTA, LAMPUIJO.CO.ID – Kinerja angkutan barang PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 6 YOGYAKARTA menunjukkan peningkatan selama sembilan bulan pertama 2026. Sepanjang Januari hingga September, total barang yang diangkut mencapai 320.582 ton, naik 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 286.058 ton.

Kenaikan volume tersebut tidak lepas dari meningkatnya pengiriman sejumlah komoditas, terutama bahan bakar minyak (BBM) dan barang hantaran paketan (BHP). Kedua jenis angkutan ini turut menopang pertumbuhan layanan logistik kereta api di wilayah Daop 6 Yogyakarta.

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan pertumbuhan angkutan barang menjadi salah satu indikator positif bagi perusahaan dalam menyediakan layanan transportasi logistik yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha.

Dari keseluruhan barang yang diangkut, BBM masih memberikan kontribusi paling besar. Volume pengangkutannya mencapai 286.405 ton selama Januari–September 2026, meningkat 19,5 persen dari 239.629 ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.

BACA JUGA: KAI Gandeng Media dan Influencer untuk Edukasi Bahaya Perlintasan Kereta Liar

“Berdasarkan data Januari–September 2026, angkutan BBM mendominasi total tonase dengan volume mencapai 286.405 ton, meningkat 19,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 239.629 ton,” ujar Feni dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (12/10/2026).

Pertumbuhan juga terlihat pada angkutan BHP. KAI Daop 6 mencatat pengiriman sebanyak 14.689 ton hingga September 2026, naik 15,2 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang mencapai 12.751 ton.

Menurut Feni, perubahan volume pada masing-masing jenis angkutan menjadi bahan evaluasi perusahaan untuk terus menyesuaikan pelayanan dengan kebutuhan distribusi barang.

“Perkembangan ini menjadi bagian dari dinamika komposisi angkutan barang yang terus dievaluasi untuk mendukung optimalisasi layanan logistik berbasis kereta api,” katanya.

BACA JUGA:BULOG Pecahkan Rekor Pengadaan Beras Nasional, Tembus 4,11 Juta Ton pada 2026

KAI Daop 6 Fokus Jaga Keandalan Angkutan Barang

Di tengah meningkatnya volume pengiriman, KAI Daop 6 Yogyakarta berupaya memastikan kegiatan operasional angkutan barang tetap berjalan dengan baik. Perusahaan menempatkan keselamatan perjalanan, keandalan layanan, dan kebutuhan pelanggan sebagai perhatian utama.

Feni menilai angkutan barang menggunakan kereta api memiliki sejumlah keunggulan, terutama untuk pengiriman dalam jumlah besar. Selain kapasitas angkut, jadwal perjalanan yang terencana juga dapat membantu pelanggan mengatur proses distribusi barang.

Keunggulan tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya pengembangan layanan angkutan barang berbasis rel, khususnya untuk menunjang pengiriman antardaerah.

Tag
Share
Berita Lainnya