Jelang WJNC 2026, Pawai Ekosistem Malioboro Libatkan Komunitas dan UMKM Yogyakarta

Jelang WJNC 2026, Pawai Ekosistem Malioboro Libatkan Komunitas dan UMKM Yogyakarta

Jelang WJNC 2026, Pawai Ekosistem Malioboro Libatkan Komunitas dan UMKM Yogyakarta--Ist

Tema tersebut, kata dia, mengajak masyarakat untuk mempertahankan karakter khas Yogyakarta sekaligus menerjemahkannya melalui aksi nyata.

"Harus otentik untuk membangun kota kita yang tercinta, dari masyarakat, untuk masyarakat, oleh masyarakat bersama-sama, dan harus konkret," ungkapnya.

Wali Kota Minta Malioboro Tetap Bersih

Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menekankan pentingnya menjaga kebersihan Malioboro selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Hasto mengatakan berbagai kegiatan yang mengangkat potensi budaya dan pariwisata Yogyakarta harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

BACA JUGA:R-APBD Pringsewu 2027 Capai Rp1,138 Triliun, Anggaran Belanja Tembus Rp1,147 Triliun

"Khas Kota Yogyakarta sebagai kota budaya, sebagai kota pariwisata, sebagai kota pendidikan, kota pelajar, dan tentu banyak kearifan yang otentik di Kota Yogyakarta. Tetapi otentik seperti apa pun kalau tidak bermanfaat bagi masyarakat, maka itu namanya tidak konkret," kata Hasto.

Ia menilai Pawai Ekosistem Malioboro menjadi salah satu upaya menghidupkan komunitas, ekosistem pariwisata, serta UMKM di Kota Yogyakarta.

Di sisi lain, Hasto meminta masyarakat dan wisatawan yang beraktivitas di Malioboro turut menjaga kebersihan kawasan tersebut.

"Kami ingin sekali Malioboro itu dijaga kebersihannya, bersih dalam 24 jam, tidak membuang sampah di mana-mana," tegasnya.

Dengan digelarnya Pawai Ekosistem Malioboro dan Pawai Budaya Nusantara, suasana menuju WJNC 2026 semakin terasa. WJNC ke-10 diharapkan tidak hanya menjadi pertunjukan seni budaya, tetapi juga menjadi penggerak pariwisata dan ekonomi masyarakat dalam momentum HUT ke-270 Kota Yogyakarta. (Faqih).

Tag
Share
Berita Lainnya