Rumaket 2026 Digelar di Yogyakarta, Angkat Transformasi Wayang hingga Kuliner Tradisional

Rumaket 2026 Digelar di Yogyakarta, Angkat Transformasi Wayang hingga Kuliner Tradisional

Rumaket 2026 Digelar di Yogyakarta, Angkat Transformasi Wayang hingga Kuliner Tradisional--Ist

Menurutnya, anak-anak tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga terlibat langsung dalam proses memainkan dan memahami cerita wayang menggunakan bahasa yang sesuai dengan dunia mereka.

“Gagasannya adalah bagaimana menumbuhkan semangat tresna atau cinta terhadap wayang, sekaligus menghadirkan cerita wayang dengan pendekatan bahasa anak-anak,” jelas Faizal.

Rangkaian Rumaket 2026 juga menghadirkan Rumaket Bercerita “Srikandi Hari Ini”, sebuah program yang memperkenalkan tokoh Srikandi melalui cerita interaktif. Pada pembukaan acara, panitia turut meluncurkan buku “Panggung Publik: Wayang, Simbol, dan Budaya Urban”.

Tidak hanya menghadirkan seni pertunjukan, Rumaket 2026 juga memberikan ruang bagi kuliner tradisional yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Kota Yogyakarta. Pengunjung dapat menikmati berbagai kuliner seperti kicak, legomoro, dan kipo, serta menyaksikan proses pembuatannya melalui sesi live cooking.

BACA JUGA:BULOG Salurkan Modal Rp150 Juta untuk 30 Penyandang Disabilitas di Yogyakarta

Yetti berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat keberlanjutan budaya sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan produk budaya agar tetap diminati masyarakat modern.

“Pelestarian budaya bukan hanya tentang menjaga peninggalan masa lalu, tetapi juga bagaimana budaya tetap hidup, berkembang, dan terus diteruskan kepada generasi berikutnya,” tuturnya.

Melalui Rumaket 2026 Yogyakarta, Pemerintah Kota Yogyakarta menunjukkan bahwa warisan budaya dapat terus berkembang melalui kreativitas, inovasi, serta keterlibatan masyarakat, terutama generasi muda. (*).

Tag
Share
Berita Lainnya