Jelajah Becak Listrik di KHFF 2026, Cara Unik Mengenal Sejarah Kotabaru Yogyakarta

Jelajah Becak Listrik di KHFF 2026, Cara Unik Mengenal Sejarah Kotabaru Yogyakarta

Jelajah Becak Listrik di KHFF 2026, Cara Unik Mengenal Sejarah Kotabaru Yogyakarta--Ist

YOGYAKARTA, LAMPUIJO.CO.ID – Upaya mengenalkan sejarah dan warisan budaya Kota YOGYAKARTA terus dikembangkan melalui berbagai pendekatan kreatif. Salah satunya dilakukan Dinas Kebudayaan Kota YOGYAKARTA lewat kegiatan Jelajah Becak Listrik yang menjadi bagian dari rangkaian Kotabaru Heritage Film Festival (KHFF) 2026.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak menikmati perjalanan menyusuri kawasan Kotabaru dengan menggunakan becak listrik sembari mengenal cerita sejarah dari sejumlah lokasi penting. Konsep tersebut memadukan wisata budaya, edukasi sejarah, serta pemanfaatan transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, S.Sos., M.M., menjelaskan bahwa Jelajah Becak tidak hanya berorientasi pada perjalanan wisata, tetapi juga menjadi media untuk mendekatkan masyarakat dengan nilai sejarah dan budaya yang ada di kawasan Kotabaru.

"Jelajah ini bukan sekadar perjalanan dari satu lokasi ke lokasi lainnya, tetapi menjadi ruang untuk mengenal kembali sejarah, budaya, dan karakter Kotabaru melalui pengalaman yang lebih dekat dengan masyarakat," ujar Yetti, Kamis (17/9/2026).

BACA JUGA:Wabup Sleman Danang Maharsa Bekali 392 Mahasiswa Baru UP45 soal Bela Negara di Era Digital

Ia menuturkan, penggunaan becak dalam kegiatan tersebut juga memiliki makna tersendiri karena berkaitan dengan keberadaan becak sebagai salah satu unsur budaya takbenda yang melekat pada identitas Yogyakarta.

Sebanyak 38 pengemudi becak dilibatkan dalam kegiatan tersebut untuk membawa peserta berkeliling kawasan inti Kotabaru. Selama perjalanan, peserta didampingi pemandu dan storyteller yang memberikan penjelasan mengenai sejarah, latar belakang, serta nilai budaya dari berbagai titik yang dikunjungi.

Dua Rute Ungkap Cerita Kotabaru

Dalam pelaksanaan KHFF 2026, Jelajah Becak menghadirkan dua pilihan perjalanan, yaitu Rute Perjuangan dan Rute Toleransi.

Rute Perjuangan mengarahkan peserta menuju kawasan SMA Negeri 3 Yogyakarta atau Padmanaba. Jalur ini mengangkat kisah mengenai jejak perjuangan yang pernah terjadi di kawasan Kotabaru.

Sementara itu, Rute Toleransi mengajak peserta melihat sisi lain Kotabaru sebagai kawasan yang memiliki sejarah keberagaman dan kehidupan antarumat beragama.

Perjalanan dimulai dari Masjid Syuhada, kemudian berlanjut menuju Gereja HKBP Kotabaru dan Gereja Katolik Kotabaru. Di setiap lokasi, peserta mendapatkan penjelasan mengenai sejarah serta peran tempat tersebut dalam perjalanan perkembangan kawasan Kotabaru.

Menurut Yetti, eksplorasi kawasan Kotabaru tidak hanya berfokus pada bangunan bersejarah, tetapi juga mencakup museum dan ruas jalan yang memiliki keterkaitan dengan sejarah Kota Yogyakarta.

"Yang kita jelajahi bukan hanya bangunan yang memiliki nilai sejarah budaya, tetapi juga museum dan jalan-jalan yang menyimpan cerita, termasuk nama jalan yang berkaitan dengan tokoh perjuangan," jelasnya.

Tag
Share
Berita Lainnya