BUMKal Nyawiji Condongcatur Petakan Potensi Wilayah untuk Perkuat Ekonomi Masyarakat
BUMKal Nyawiji Condongcatur Petakan Potensi Wilayah untuk Perkuat Ekonomi Masyarakat--Ist
Ia menyoroti salah satu persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya peternak skala kecil, yakni tingginya biaya produksi akibat masih bergantung pada pakan pabrikan.
"BUMKal di Condongcatur belum seluruhnya berjalan maksimal. Harapannya setelah bimbingan teknis ini BUMKal semakin berkembang dan mampu mendukung pemberdayaan warga meskipun wilayah kita memiliki keterbatasan lahan," terang Sunarto.
BACA JUGA:Belanja di Pasar Kolombo Sleman Kini Bisa Online, Cek Layanan dan Cara Pesannya
Sementara itu, Ketua KDMP Condongcatur, Siswantoro, S.Sos., mengatakan koperasi tersebut masih berada dalam tahap awal pengembangan dengan jumlah anggota sebanyak 41 orang.
Pengurus KDMP saat ini terus mempelajari regulasi dan menyusun model usaha yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
KDMP juga membuka peluang kerja sama dengan BUMKal, KWT, Gapoktan, serta pelaku UMKM, termasuk dalam hal penampungan dan pemasaran produk masyarakat.
"Kami ingin menampung dan mengangkat produk masyarakat agar manfaat ekonominya kembali kepada warga. Pengurus tidak dapat berjalan sendiri dan membutuhkan dukungan serta pendampingan," tutur Siswantoro.
Selain pembahasan mengenai potensi usaha, peserta juga mendapatkan materi pemasaran digital yang mencakup penggunaan media sosial, situs web, lokapasar, perdagangan elektronik, QRIS, live shopping, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan.
Perwakilan Dinas PMK Kabupaten Sleman, Siska Wulandari, S.Kom., M.M., mengatakan pemetaan potensi menjadi tahapan awal sebelum menentukan bentuk kerja sama yang akan dikembangkan.
Menurutnya, karakter Condongcatur sebagai wilayah "desa rasa kota" membuat strategi pengembangan ekonomi harus disesuaikan dengan kondisi masyarakat dan peluang pasar yang tersedia.
"Hari ini kita mengenali potensi sebelum menentukan arah kerja sama. Selanjutnya perlu ada tindak lanjut agar tercipta sinergi antara seluruh pelaku usaha dan penggerak ekonomi masyarakat di Condongcatur," kata Siska.
Melalui kegiatan tersebut, BUMKal Nyawiji Condongcatur diharapkan dapat menyusun rencana aksi, menentukan prioritas usaha, memperluas jaringan kemitraan, serta mengembangkan sektor perdagangan, jasa, pertanian, peternakan, dan UMKM secara lebih terarah.
Penguatan BUMKal ini diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Kalurahan (PAKal) sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat Condongcatur dan Kabupaten Sleman. (Faqih).
- Tag
- Share
-