Pemkot Yogyakarta Kembali Dorong Pelajar Naik Sepeda ke Sekolah, 65 Ruas Jalan Sudah Punya Lajur

Pemkot Yogyakarta Kembali Dorong Pelajar Naik Sepeda ke Sekolah, 65 Ruas Jalan Sudah Punya Lajur

Pemkot Yogyakarta Kembali Dorong Pelajar Naik Sepeda ke Sekolah, 65 Ruas Jalan Sudah Punya Lajur--Ist

Dorongan agar pelajar menggunakan sepeda ke sekolah bukan hal baru bagi Pemkot Yogyakarta. Kebijakan tersebut disebut memiliki keterkaitan dengan gerakan Sepeda Kanggo Sekolah Lan Nyambut Gawe (Sego Segawe) yang pernah dijalankan Pemkot Yogyakarta pada 2008.

Program itu digagas ketika Herry Zudianto menjabat sebagai Wali Kota Yogyakarta. Kini, semangat penggunaan sepeda tersebut kembali didorong melalui kampanye yang menyasar generasi pelajar.

Wawan berharap kampanye bike to school dapat membuat siswa semakin mengenal sepeda sebagai pilihan transportasi untuk perjalanan menuju sekolah.

Pelajar Mulai Gunakan Sepeda

Kepala SMPN 16 Yogyakarta Dwi Isnawati mengatakan, penggunaan sepeda oleh siswa masih ditemukan meski mayoritas pelajar datang ke sekolah dengan diantar orang tua.

Menurutnya, kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi jarak tempat tinggal siswa dengan sekolah. Pelajar yang tinggal cukup dekat cenderung memilih berjalan kaki, sementara sebagian siswa dengan jarak sedikit lebih jauh menggunakan sepeda.

"Kebetulan melalui zonasi penerimaan peserta didik itu yang terjaring itu banyak anak-anak di sekitar sekolah. Jadi yang rumahnya di sekitar sekolah ada sebagian anak-anak itu yang hanya jalan kaki, tetapi yang agak jauh sedikit itu biasanya menggunakan sepeda untuk ke sekolah," jelas Dwi.

Salah satu siswa SMPN 6 Yogyakarta, Andra Keanu Rizqullah, menjadi contoh pelajar yang memilih bersepeda ke sekolah.

Andra yang tinggal di kawasan Cokrodiningratan mengaku hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk sampai ke sekolah. Ia mengatakan bersepeda membuat perjalanan menuju sekolah terasa lebih menyenangkan.

"Bersepeda selama naik kelas delapan ini. Karena asyik dan seru. Nggak sampai sepuluh menit sampai sekolah. Ayo naik sepeda, sepeda itu asyik," kata Andra.

BACA JUGA:Bupati Pringsewu Sampaikan Ranperda Perubahan APBD 2026, Pendapatan Naik Jadi Rp1,162 Triliun

Kampanye Sasar Budaya Bersepeda Pelajar

Pendiri Krosspit, Putro Setiawan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Spedanesia 2026–2027 bertajuk Building Indonesia's Cycling Culture.

Program tersebut diarahkan untuk membangun budaya bersepeda di kalangan pelajar melalui edukasi mengenai manfaat bersepeda, pola hidup sehat, serta keselamatan dalam berlalu lintas.

Putro mengatakan kebiasaan mengantar anak menggunakan mobil dan sepeda motor turut berkontribusi terhadap kepadatan lalu lintas pada pagi hari.

Tag
Share
Berita Lainnya