11.099 Mahasiswa Baru UGM Turun ke Masyarakat, Srawung hingga Edukasi Kesehatan

11.099 Mahasiswa Baru UGM Turun ke Masyarakat, Srawung hingga Edukasi Kesehatan

11.099 Mahasiswa Baru UGM Turun ke Masyarakat, Srawung hingga Edukasi Kesehatan--Ist

Kegiatan berlangsung selepas arisan PKK RT 07 dan RT 08. Mahasiswa kemudian bergabung bersama warga dalam sosialisasi dan senam sehat.

Sementara itu, Ketua RW 45, Untung Maryanto, mengatakan pola kegiatan semacam ini membuat interaksi mahasiswa dengan masyarakat terasa lebih dekat. Mahasiswa tidak berjalan sendiri dengan programnya, melainkan bergabung dengan kegiatan warga.

“Mahasiswa bisa langsung berbaur dengan warga, mengikuti kegiatan PKK, sosialisasi, dan senam bersama. Yang kami rasakan, mereka tidak membuat kegiatan sendiri-sendiri, tetapi masuk dan menyatu dengan aktivitas warga. Masyarakat senang dan antusias,” kata Untung.

BACA JUGA:Grand Diamond Hotel Yogyakarta Hadirkan Pengajian Akbar, Dorong Keluarga Harmonis dan Spiritual

Ikut Meriahkan Agustusan

Suasana berbeda terlihat di RW 43 Padukuhan Kayen. Mahasiswa Gugus Soedarwono 1 berkegiatan bersama warga di kawasan Green Kayen sejak Minggu pagi.

Senam bersama, dolanan lawas, permainan, hingga edukasi pemilahan sampah menjadi bagian dari kegiatan. Pada saat bersamaan, masyarakat setempat tengah menyemarakkan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Momentum tersebut membuat mahasiswa dan warga lebih mudah membangun interaksi. Dolanan lawas dan permainan menjadi sarana untuk mencairkan suasana, sementara edukasi pemilahan sampah membawa pesan mengenai kepedulian terhadap lingkungan.

Selain itu, Dukuh Kayen, Ade Hermawan Susilo, menyambut baik keterlibatan mahasiswa baru UGM di tengah kegiatan masyarakat.

“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa baru UGM. Mereka tidak sekadar datang melaksanakan program, tetapi ikut srawung dan berinteraksi dengan warga. Apalagi bersamaan dengan semarak HUT ke-81 RI, suasananya menjadi semakin meriah. Ini menjadi bentuk sinergi yang baik antara kampus dan masyarakat,” ungkap Ade.

Action Plan pada hari yang sama juga berlangsung di RW 50 dan RW 51 Padukuhan Kentungan. Seperti di Kayen, mahasiswa mengikuti kegiatan yang disesuaikan dengan kondisi dan agenda masyarakat setempat.

Lewat kegiatan ini, PIONIR Gadjah Mada 2026 tidak hanya menjadi pintu masuk bagi mahasiswa baru untuk mengenal kehidupan kampus. Gamada juga mendapat kesempatan melihat langsung kehidupan masyarakat, belajar berkomunikasi dengan berbagai kalangan, sekaligus mengenali persoalan kesehatan, sosial, dan lingkungan di sekitar mereka.

Semangat itu sejalan dengan tema “Sinergi Gadjah Mada Muda, Srawung Wujudkan Aksi Nyata”. Dari Kayen hingga Kentungan, mahasiswa baru memulai perjalanan mereka di UGM dengan turun ke masyarakat, srawung, dan belajar bersama warga. (Faqih).

Tag
Share
Berita Lainnya