Praktik Pendidikan Berbasis Masyarakat dari Sleman Jadi Sorotan di KPI 2026

Praktik Pendidikan Berbasis Masyarakat dari Sleman Jadi Sorotan di KPI 2026

Praktik Pendidikan Berbasis Masyarakat dari Sleman Jadi Sorotan di KPI 2026--Ist

Dalam skema tersebut, Pemerintah Kabupaten Sleman berperan dalam penyusunan kebijakan, penganggaran, kurikulum, serta pembinaan pendidikan. Pemerintah Kalurahan menjadi fasilitator di tingkat lokal, sekolah menjalankan proses pembelajaran, sedangkan perguruan tinggi mendukung melalui riset, Kuliah Kerja Nyata (KKN), dan peningkatan kapasitas pendidik.

Sementara itu, masyarakat, PKK, Karang Taruna, taman bacaan masyarakat, komite sekolah, dunia usaha, serta BUMDes memberikan dukungan melalui pembinaan, penyediaan sarana dan prasarana, program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), hingga pemberian beasiswa. Seluruh kolaborasi tersebut dikoordinasikan oleh Kapanewon Depok sebagai simpul yang menyatukan berbagai potensi pembangunan pendidikan.

Panewu Depok, Rakhmat Harinawan, S.Sos., M.Si., mengapresiasi keterlibatan RW 18 Ramah Anak Leles bersama satuan pendidikan formal dan nonformal dalam Pameran Sleman Sembada pada KPI 2026.

"Partisipasi RW 18 Ramah Anak bersama satuan pendidikan formal dan nonformal menunjukkan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Kolaborasi antara pemerintah, sekolah, perguruan tinggi, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat merupakan kekuatan utama dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas. Kami berharap praktik baik yang ditampilkan Kapanewon Depok dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia," kata Rakhmat.

Ketua Paguyuban PAUD Condongcatur Reni Lestari, juga berharap keikutsertaan satuan pendidikan formal dan nonformal dalam KPI 2026 semakin memperkuat sinergi antar lembaga pendidikan dan masyarakat.

"Keikutsertaan ini menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus memperluas kolaborasi. Semoga praktik baik yang ditampilkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan dan menginspirasi lahirnya inovasi-inovasi yang berpihak kepada anak," ungkap Reni.

Apresiasi turut disampaikan Koordinator Wilayah Pendidikan (Korwil Yandik) Kapanewon Depok, Rahayu Setyaningsih, M.Pd., yang menilai kepedulian masyarakat RW 18 Leles menjadi contoh nyata keterlibatan masyarakat dalam membangun karakter anak.

BACA JUGA:LLDIKTI Wilayah II Apresiasi Capaian Riset dan Pengabdian IBN Lampung

"Luar biasa kepedulian masyarakat RW 18 Leles Condongcatur terhadap tumbuh kembang karakter anak-anak. Semoga program ini terus berkembang menjadi lebih baik, memberikan manfaat yang semakin luas, serta menjadi inspirasi bagi lingkungan lain untuk bersama-sama menciptakan ekosistem pendidikan yang ramah anak. Tetap semangat," jelas Rahayu.

Selama dua hari penyelenggaraan, peserta KPI 2026 mengikuti berbagai agenda strategis, mulai dari Dialog Berpihak kepada Anak, Rembug Daerah, Belajar dari Anak, Studio Intervensi, Poster Gagasan Inovasi, Pameran Kerja Barengan, Pameran Sleman Sembada, hingga kunjungan belajar ke berbagai lokasi praktik baik transformasi pendidikan di Kabupaten Sleman.

Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk memperkuat pembelajaran antardaerah, berbagi inovasi, serta menyusun rencana aksi yang dapat diterapkan sesuai karakteristik masing-masing wilayah.

Keikutsertaan RW 18 Ramah Anak Leles, Padukuhan Ngringin, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman membuktikan bahwa transformasi pendidikan dapat dimulai dari lingkungan terkecil.

BACA JUGA:Heboh Kemunculan Tapir di Register 45 Mesuji, Camat Mesuji Timur Imbau Warga Waspada dan Segera Melapor

Ketika pemerintah, sekolah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat bergandengan tangan dalam semangat gotong royong, akan lahir ekosistem pendidikan yang tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga membentuk karakter, melindungi hak-hak anak, serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat.

Praktik baik pendidikan berbasis masyarakat dari Sleman tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi berbagai daerah di Indonesia dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045. (Faqih).

Tag
Share
Berita Lainnya