Pemprov Lampung Pererat Kerja Sama dengan Malaysia di Bidang Pariwisata, Energi dan Investasi
Pemprov Lampung Pererat Kerja Sama dengan Malaysia di Bidang Pariwisata, Energi dan Investasi--Ist
Menurutnya, Lampung memiliki potensi besar dalam pengembangan energi hijau, termasuk tiga bendungan yang dinilai layak dikembangkan menjadi proyek floating solar panel dengan kapasitas mencapai 150–200 megawatt per bendungan.
Selain itu, Lampung juga memiliki sekitar 1,3 juta hektare potensi biomassa yang berasal dari limbah pertanian dan perkebunan seperti padi, jagung, singkong, nanas, hingga bagas tebu.
Tak hanya energi baru terbarukan, Pemerintah Provinsi Lampung juga menawarkan peluang pengembangan proyek Waste to Energy seiring meningkatnya volume sampah di daerah.
Gubernur Mirza menilai posisi strategis Lampung yang dekat dengan Jakarta dan memiliki pelabuhan laut dalam juga sangat potensial untuk mendukung hilirisasi komoditas dan pengembangan kawasan industri baru di Sumatera bagian selatan.
“Kami ingin Lampung tidak hanya menjual komoditas mentah, tetapi juga tumbuh melalui hilirisasi dan industri bernilai tambah,” pungkasnya.
Sementara itu, Mohamad Norza Zakaria menjelaskan bahwa Citaglobal saat ini aktif mengembangkan berbagai proyek clean energy di Malaysia, termasuk floating solar, biogas, Waste to Energy, telekomunikasi, dan infrastruktur konstruksi.
BACA JUGA:Pemkab Pringsewu Gelar Sosialisasi Kebijakan Perpajakan Daerah
Ia menyampaikan optimismenya terhadap peluang investasi di Lampung dan berharap kerja sama tersebut menjadi awal yang baik bagi pengembangan berbagai proyek strategis Malaysia di Provinsi Lampung.
Rangkaian pertemuan internasional tersebut memperlihatkan langkah aktif Pemerintah Provinsi Lampung dalam membangun jejaring kerja sama global untuk memperkuat transformasi ekonomi daerah, memperluas investasi, membuka akses internasional, serta mempercepat pembangunan sektor strategis berbasis potensi unggulan Lampung.
- Tag
- Share
-