Masjid Darussalam Metro Selatan Jadi Ruang Edukasi Hukum dan Dialog Lintas Elemen
Masjid Darussalam Metro Selatan Jadi Ruang Edukasi Hukum dan Dialog Lintas Elemen --Ist
METRO SELATAN, LAMPUIJO.CO.ID — Masjid Darussalam Margorejo yang telah memasuki pekan ke-43 kembali menggelar Sharing Teras Darussalam Chapter #43 dengan tema “Membangun Keberanian Hukum, Perlindungan Korban Pelecehan Asusila di Lingkungan Pendidikan dan Pesantren” bersama LBH Advokasi Publik Muhammadiyah Kota Metro, Selasa malam,12/5/2026.
Dari data yang dihimpun panitia, seluruh peserta berjumlah 76 orang yang tertera dalam daftar hadir. Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari organisasi kepemudaan seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), Serikat Pengemudi Daring (Speed), tokoh pemuda, akademisi, hingga masyarakat sekitar.
Kehadiran lintas elemen tersebut menunjukkan tingginya antusias masyarakat terhadap forum diskusi yang digelar di teras Masjid Darussalam, yang tidak hanya menjadi ruang ibadah, tetapi juga ruang pertemuan gagasan, edukasi, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Moderator Harbi Gemeli Putra menyampaikan bahwa teras masjid kini tidak lagi sekadar ruang berkumpul, tetapi mulai tumbuh menjadi ruang gagasan dan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
BACA JUGA:Satlantas Polres Lampung Utara Amankan DPO Curanmor Bersenjata Api
Ia menyoroti bagaimana mahasiswa yang menghadapi kebingungan dalam penyusunan skripsi turut terbantu melalui ruang diskusi yang dibangun di masjid.
“Perlahan kita melihat teras masjid ini menjadi tempat bertumbuh bersama. Mahasiswa yang galau soal skripsi datang, berdiskusi, lalu dibantu mencari solusi,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran LBH Muhammadiyah memperluas fungsi masjid sebagai ruang pelayanan umat, tidak hanya dalam aspek ibadah tetapi juga edukasi hukum dan pendampingan sosial.
Menurutnya, masjid juga menjadi ruang pertemuan lintas elemen, mulai dari organisasi kepemudaan, akademisi, birokrat, alumni, hingga tokoh masyarakat.
BACA JUGA:Jajaran Polres Mesuji Gelar Shalat Ghaib untuk Bripka Anumerta Arya Supena
“Masjid ini menjadi ruang persatuan. Semua latar belakang bisa duduk bersama untuk membahas persoalan umat,” tambahnya.
Ketua Yayasan Masjid Darussalam, Joko Priyanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih sadar hukum dan peduli sosial.
Ia menegaskan bahwa masjid harus menjadi ruang yang hidup dan memberi manfaat luas.
“Tujuan kita sederhana, tumbuh bersama dalam ilmu, kepedulian, dan keberanian hukum,” ujarnya.
- Tag
- Share
-