Purna Tugas, Panewu Depok Soroti Lonjakan Kriminalitas dan Urbanisasi
Purna Tugas, Panewu Depok Soroti Lonjakan Kriminalitas dan Urbanisasi--Ist
SLEMAN, LAMPUIJO.CO.ID — Panewu Depok, Djoko Muljanto, SP resmi memasuki masa purna tugas mulai 1 April 2026, setelah menjabat selama 10 bulan 10 hari. Acara pelepasan digelar di Ruang Anglocitatama, Kantor Kapanewon Depok, Selasa (31/3/2026), dan dihadiri unsur Forkompinkap, lembaga pendukung, BPKal se-Kapanewon Depok, para lurah, serta undangan lainnya.
Panewu Anom Depok, R. Hery Subagio, SE, ME, menyampaikan penghargaan atas kontribusi Djoko selama memimpin. Menurutnya, Djoko tidak hanya menjalankan tugas, tetapi juga memberi teladan dalam etos kerja.
“Beliau menunjukkan bagaimana bekerja dengan sungguh-sungguh dan penuh keikhlasan,” kata Hery.
Dalam sambutan perpisahannya, Djoko mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerja sama seluruh jajaran di Kapanewon Depok. Ia juga menyampaikan permohonan maaf jika selama masa jabatannya masih terdapat kekurangan.
BACA JUGA:Setahun Hasto–Wawan Pimpin Yogyakarta, Fokus Pemulihan Sosial dan Ekonomi Berbasis Budaya
“Saya berterima kasih atas kebersamaan dan koordinasi yang selama ini terjalin. Mohon maaf apabila dalam pelaksanaan tugas masih banyak hal yang belum sempurna,” tuturnya.
Djoko menilai Depok sebagai kawasan dengan perkembangan yang sangat cepat di DIY. Pertumbuhan tersebut didorong oleh keberadaan kampus, objek vital, hingga kawasan permukiman baru yang terus bertambah.
Namun, di sisi lain, ia mengingatkan adanya tantangan yang perlu menjadi perhatian serius, terutama terkait keamanan. Ia menyebut, angka kriminalitas di Depok masih tergolong tinggi dibanding wilayah lain di Sleman, dengan kasus yang didominasi pencurian kendaraan bermotor dan penyalahgunaan narkoba.
“Situasi ini membutuhkan perhatian bersama. Diperlukan kepemimpinan yang mampu menghadirkan rasa aman bagi masyarakat, tentu dengan dukungan semua pihak,” jelasnya.
Djoko berharap, pejabat yang akan melanjutkan kepemimpinan di Depok dapat menjaga sinergi yang sudah terbangun, sekaligus mengoptimalkan potensi wilayah yang ada. Ia juga menekankan pentingnya menjaga Depok sebagai kawasan yang inklusif, sekaligus memperkuat posisinya sebagai kota pendidikan, wisata, dan budaya.
Dalam kesempatan itu, perwakilan Forkompinkap yang diwakili Kapolsek Depok Timur serta perwakilan lurah turut menyampaikan kesan dan pesan. Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Depok, Reno Candra Sangaji, mengapresiasi pengabdian Djoko selama ini.
“Terima kasih atas dedikasi yang telah diberikan. Semoga menjadi amal baik dan terus menginspirasi,” ucap Reno.
Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan cenderamata dari berbagai instansi serta foto bersama. Djoko Muljanto memulai karier sebagai ASN pada 1998 dan telah mengemban berbagai jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman. Ia pernah bertugas di Sekretariat Daerah Sleman, menjabat Sekretaris Kecamatan Seyegan, hingga menjadi panewu di sejumlah kapanewon seperti Seyegan, Kalasan, Minggir, dan Depok. Sebelum menjadi ASN, ia juga sempat mengajar di dua perguruan tinggi swasta di DIY selama tujuh tahun. (Faqih)
- Tag
- Share
-