Open House Halal Bihalal Condongcatur Masuki Tahun ke-10, Jadi Wadah Silaturahmi Hangat Warga dan Pemerintah

Open House Halal Bihalal Condongcatur Masuki Tahun ke-10, Jadi Wadah Silaturahmi Hangat Warga dan Pemerintah

Open House Halal Bihalal Condongcatur Masuki Tahun ke-10, Jadi Wadah Silaturahmi Hangat Warga dan Pemerintah--Ist

SLEMAN, LAMPUIJO.CO.IDOpen house halal bihalal yang digelar Pemerintah Kalurahan Condongcatur, Depok, Sleman, memasuki tahun ke-10 pada 2026. Kegiatan yang berlangsung di Joglo Cepit, Soropadan, Minggu (22/3/2026) ini kembali menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah kalurahan dan warga dalam suasana hangat dan terbuka.

Lurah Condongcatur, Dr. Reno Candra Sangaji, menuturkan bahwa kegiatan ini bermula dari gagasan sederhana di awal kepemimpinannya pada 2016. Ia ingin menghadirkan ruang pertemuan yang lebih dekat antara lurah dan masyarakat.

“Waktu pertama kali digelar di hari kedua Syawal 2016, pendopo memang kami buka untuk umum. Siapa saja boleh datang, duduk bareng, saling sapa, dan saling memaafkan,” kata Reno disela-sela kegiatan.

Seperti pelaksanaan sebelumnya, open house dibagi dalam dua sesi. Pagi hari diikuti oleh jajaran pamong kalurahan mulai dari carik, kasi, kaur, dukuh hingga staf beserta keluarga. Sementara itu, sesi siang hingga sore hari diperuntukkan bagi masyarakat umum.

BACA JUGA: Arus Mudik 2026 di Terminal Giwangan Mulai Melandai Usai Puncak Keberangkatan

Kehadiran warga terlihat cukup ramai. Tak hanya dari wilayah Condongcatur, sejumlah warga dari luar daerah juga ikut datang. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pengurus tempat ibadah, komunitas pemuda, hingga kelompok masyarakat lainnya.

Di tahun ke-10 ini, suasana terasa lebih semarak. Panitia menyiapkan lebih dari seribu porsi bakso yang menjadi sajian andalan. Selain itu, tersedia juga es krim, teh, aneka camilan, serta hidangan khas Lebaran.

Persiapan kegiatan sudah dilakukan sejak dini hari. Relawan dari berbagai unsur masyarakat terlibat langsung, bergotong royong menyiapkan makanan dan kebutuhan acara lainnya.

Reno menegaskan, halal bihalal ini tidak sekadar soal jamuan, tetapi lebih pada membangun kembali hubungan sosial di tengah masyarakat.

BACA JUGA:Arus Mudik KA Memuncak, 45 Ribu Penumpang Padati Daop 6 Yogyakarta

“Yang utama bukan makanannya, tapi bagaimana kita bisa saling memaafkan dan kembali mempererat hubungan,” ungkapnya.

Menurutnya, Pendopo Cepit selama ini menjadi ruang bersama yang merekam tumbuhnya kebersamaan warga. Selain itu, momen ini juga sering dimanfaatkan untuk temu kangen antarwarga yang lama tidak berjumpa.

Dalam kesempatan tersebut, Reno juga mengingatkan pentingnya semangat syawalan, terutama bagi pamong kalurahan, sebagai waktu untuk introspeksi.

“Namanya manusia pasti punya salah, baik disengaja maupun tidak,” tuturnya.

Tag
Share
Berita Lainnya