Tinjau Pasar Beringharjo, Menkeu Purbaya Sebut Ekonomi Rakyat Masih Terjaga

Tinjau Pasar Beringharjo, Menkeu Purbaya Sebut Ekonomi Rakyat Masih Terjaga

Tinjau Pasar Beringharjo, Menkeu Purbaya Sebut Ekonomi Rakyat Masih Terjaga--Ist

YOGYAKARTA, LAMPUIJO.CO.ID — Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menilai geliat ekonomi di pasar tradisional masih terjaga. Hal itu terlihat dari aktivitas perdagangan yang tetap ramai di Pasar Beringharjo.

Penilaian tersebut disampaikan saat Purbaya meninjau kawasan Teras Malioboro 1 bersama Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, serta Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, Selasa (17/3/2026).

Menurut Purbaya, kondisi Pasar Beringharjo yang masih dipadati pembeli menunjukkan bahwa roda ekonomi masyarakat tetap berputar, meski sebelumnya sempat melambat.

“Kita ingin cek langsung apakah pasar tradisional benar-benar lesu. Faktanya di sini masih ramai, bahkan omzetnya bisa menyentuh Rp2 triliun dan cenderung meningkat,” katanya.

BACA JUGA:Condongcatur Bahas RPJMKal 2028–2029 Lewat Musrenbangkal, Sinkronkan Masa Jabatan Lurah

Ia juga menyoroti harga barang di Yogyakarta yang dinilai lebih bersahabat dibandingkan kota besar seperti Jakarta. Dalam kunjungan itu, Purbaya mengaku sempat membeli beberapa produk, termasuk batik dan pakaian.

Selain itu, ia melihat akses pembiayaan bagi pedagang mulai lebih terbuka. Sejumlah pelaku usaha di pasar tradisional, menurutnya, sudah memanfaatkan dukungan perbankan daerah untuk mengembangkan usaha.

Purbaya menegaskan, anggapan bahwa pasar tradisional mengalami mati suri tidak sepenuhnya tepat. Ia menilai pemulihan ekonomi memang belum merata, tetapi menunjukkan tren yang membaik.

“Memang kita baru melewati fase perlambatan, jadi belum sepenuhnya pulih. Tapi arahnya sudah ke perbaikan,” jelasnya.

BACA JUGA:RAPI Depok Dirikan Posko Bankom Lebaran 2026 di Condongcatur

Di sisi lain, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyampaikan bahwa jumlah pengunjung pasar belum kembali seperti beberapa tahun lalu. Ia menyebut tren penurunan sudah terlihat dalam dua tahun terakhir.

“Kalau dibandingkan tiga tahun lalu, pengunjung memang berkurang. Tahun lalu turun, dan sekarang kurang lebih masih sama,” kata Hasto.

Ia juga menyinggung fenomena lonjakan pengunjung menjelang Lebaran atau “prepegan” yang kini tidak lagi terjadi seperti sebelumnya.

“Biasanya seminggu sebelum Lebaran itu sangat padat, bahkan sampai kewalahan. Tapi dua tahun terakhir, termasuk sekarang, kondisinya tidak seperti dulu,” ungkapnya.

Tag
Share
Berita Lainnya