Malioboro Imlek Carnival 2026 Semarakkan PBTY XXI di Yogyakarta, Angkat Tema Warisan Budaya Kekuatan Bangsa
Malioboro Imlek Carnival 2026 Semarakkan PBTY XXI di Yogyakarta, Angkat Tema Warisan Budaya Kekuatan Bangsa--Ist
YOGYAKARTA, LAMPUIJO.ID — Karnaval budaya Malioboro Imlek Carnival 2026 digelar sebagai bagian utama rangkaian Pekan Budaya Tionghoa YOGYAKARTA (PBTY) XXI di kawasan Malioboro, Sabtu (28/2/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung pukul 19.00 hingga 22.00 WIB tersebut mengangkat tema “Warisan Budaya, Kekuatan Bangsa” dengan menghadirkan pertunjukan seni lintas etnis dan budaya Indonesia.
Sebanyak sekitar 20 kelompok seni turut ambil bagian dalam karnaval yang menampilkan beragam pertunjukan, mulai dari atraksi liong, tarian tradisional Tionghoa, hingga kolaborasi tari daerah Nusantara yang dipentaskan secara kolosal di ruang publik pusat Kota Yogyakarta.
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dalam sambutannya menyampaikan bahwa PBTY menjadi ruang kebudayaan yang merepresentasikan harmoni masyarakat di tengah keberagaman etnis dan keyakinan.
Menurutnya, PBTY merupakan “ruang batin” tempat perbedaan dapat melebur dalam semangat saling menghormati serta memperkuat kohesi sosial masyarakat Yogyakarta.
BACA JUGA:Ketegangan Timur Tengah Picu Pembatalan dan Penundaan Penerbangan Internasional dari Bali
Dukungan terhadap penyelenggaraan PBTY XXI juga disampaikan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Kegiatan tersebut dinilai sebagai perayaan budaya inklusif yang mampu memadukan unsur tradisi, spiritualitas, dan sektor pariwisata dalam satu ekosistem kegiatan masyarakat.
Selain memperkuat nilai persaudaraan dan toleransi, pelaksanaan PBTY juga dinilai memberikan dampak ekonomi melalui keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan Ketandan yang menjadi pusat aktivitas festival.
Panitia penyelenggara menyatakan bahwa sebagai kota pelajar, Yogyakarta membutuhkan ruang ekspresi seni dan budaya bagi generasi muda, tidak hanya dalam bidang akademik tetapi juga kreativitas kebudayaan.
“PBTY XXI diharapkan menjadi sarana edukasi budaya sekaligus memperkenalkan keragaman seni tradisi Indonesia, khususnya budaya Tionghoa, serta menumbuhkan rasa bangga dan cinta tanah air,” ujar panitia.
BACA JUGA:Ketegangan Timur Tengah Picu Pembatalan dan Penundaan Penerbangan Internasional dari Bali
Karnaval Malioboro Imlek Carnival 2026 mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat yang memadati kawasan Malioboro untuk menyaksikan langsung pertunjukan budaya maupun melalui siaran daring.
Melalui kegiatan ini, PBTY XXI kembali menegaskan perannya sebagai agenda budaya tahunan yang memperkuat pelestarian warisan budaya sekaligus mendukung pengembangan pariwisata berbasis budaya di Yogyakarta. (Faqih).
- Tag
- Share
-