Produk yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari makanan dan minuman, pakaian, tekstil, kerajinan tangan, hingga aneka produk kreatif buatan pelaku usaha lokal.
Keikutsertaan para pelaku UMKM ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan produk khas daerah kepada masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta.
Apalagi, Stasiun Yogyakarta merupakan salah satu titik kedatangan wisatawan yang hendak menikmati kawasan Malioboro dan sejumlah destinasi wisata lainnya.
Tak hanya berbelanja, pengunjung Sarkemfest juga bisa menikmati pameran seni rupa, pameran perhiasan, serta berbagai karya kerajinan yang ditampilkan selama festival berlangsung.
Salah satu kegiatan yang dihadirkan adalah aksi melukis langsung bersama seniman dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Melalui kegiatan tersebut, pengunjung dapat melihat secara langsung proses pembuatan karya seni.
Berbagai hiburan turut melengkapi rangkaian acara, mulai dari peragaan busana atau fashion show, pertunjukan musik keroncong, musik etnik, hingga alunan jazz dalam program Pejazztrian.
Suasana khas Yogyakarta tempo dulu juga dihadirkan melalui keterlibatan komunitas sepeda onthel Podjok Onthel. Kehadiran komunitas tersebut menambah sentuhan nostalgia di tengah aktivitas festival yang berlangsung di kawasan bersejarah Kota Yogyakarta.
BACA JUGA:Peringati Sumpah Pemuda 2026, Bupati Pringsewu Ajak Generasi Muda Perkuat Persatuan
KAI Harap Sarkemfest Dongkrak Daya Tarik Wisata Yogyakarta
Deputy Executive Vice President KAI Daop 6 Yogyakarta, Rahim Ramdhani, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Sarkemfest merupakan salah satu bentuk pemanfaatan kawasan stasiun untuk mendukung kegiatan masyarakat.
Menurut Rahim, keberadaan Stasiun Yogyakarta yang berada di kawasan strategis memberikan peluang untuk menghubungkan layanan transportasi dengan aktivitas pariwisata, kebudayaan, dan perekonomian lokal.
“Melalui kolaborasi bersama Pemerintah Kota Yogyakarta, KAI Services, penyelenggara Sarkemfest, serta para pelaku seni dan UMKM, kami ingin menghadirkan nilai tambah dari keberadaan stasiun bagi lingkungan sekitarnya,” ungkap Rahim.
Ia menjelaskan, kegiatan seperti Sarkemfest diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas, khususnya bagi pelaku usaha dan komunitas kreatif yang terlibat.
Selain menjadi tempat memperkenalkan produk dan karya, festival ini juga diharapkan dapat menambah pilihan aktivitas bagi wisatawan yang datang ke Yogyakarta menggunakan kereta api.
“Stasiun Yogyakarta memiliki posisi strategis sebagai salah satu pintu masuk wisatawan ke Kota Yogyakarta. Karena itu, kegiatan seperti Sarkemfest diharapkan dapat memperkuat daya tarik destinasi, mendorong pergerakan ekonomi lokal, serta memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat yang lebih luas,” jelasnya.
BACA JUGA:Bupati Mesuji Soroti Pelayanan Perizinan, Minta Forum Publik Hasilkan Solusi Nyata