Adapun bibit yang belum ditanam akan dimanfaatkan secara bertahap. Sebagian di antaranya juga diserahkan kepada anggota KWT Teratai Mekar untuk ditanam di pekarangan rumah masing-masing.
Cara ini dipilih agar bantuan 300 bibit cabai tidak hanya dimanfaatkan di kebun kelompok, tetapi juga dapat dirasakan langsung oleh keluarga anggota KWT.
Bantuan Bibit Cabai Disambut Positif Anggota KWT
Ketua KWT Teratai Mekar, Ida Halimah, menyambut baik dukungan yang diberikan Koramil 11/Depok. Ia mengapresiasi kehadiran personel TNI yang bersedia bekerja bersama anggota kelompok sejak tahap pengolahan lahan.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada TNI AD, khususnya Koramil 11/Depok, yang telah bersinergi dengan KWT Teratai Mekar. Terima kasih atas bantuan bibit cabai serta kontribusi langsung dalam pengolahan lahan dan penanaman bersama," ungkap Ida.
Bagi Ida, keterlibatan Koramil memberikan dorongan semangat bagi para anggota untuk terus mengembangkan kebun yang selama ini mereka kelola.
Terlebih, kegiatan pertanian di kawasan permukiman memiliki tantangan tersendiri, terutama berkaitan dengan keterbatasan lahan dan kebutuhan perawatan tanaman secara rutin.
Setelah penanaman, anggota KWT akan bertanggung jawab melakukan pemeliharaan, mulai dari penyiraman, pemberian pupuk, hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman.
Pertumbuhan cabai juga akan diamati secara berkala untuk mengetahui perkembangan tanaman sampai memasuki masa panen.
Hasil budi daya nantinya diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan cabai rumah tangga. Apabila produksinya mencukupi, hasil panen juga berpeluang memberikan tambahan pendapatan bagi anggota kelompok.
BACA JUGA:Bupati Mesuji Resmikan Gedung Hemodialisa RSUD RBC
KWT Teratai Mekar Manfaatkan Lahan 484 Meter Persegi
KWT Teratai Mekar bukan kelompok baru dalam kegiatan pertanian perkotaan. Kelompok yang berdiri pada 17 Februari 2022 itu kini memiliki 34 anggota aktif dengan lahan kelolaan seluas sekitar 484 meter persegi di Padukuhan Dabag.
Meski luas lahan terbatas, beragam jenis tanaman berhasil dikembangkan oleh para anggotanya.
Komoditas yang dibudidayakan meliputi cabai, tomat, terung, gambas, buncis, kacang panjang, sawi, selada, kubis, tanaman obat keluarga, serta sejumlah tanaman buah.
Untuk memaksimalkan ruang yang tersedia, anggota KWT menggunakan berbagai metode penanaman. Selain memanfaatkan bedeng konvensional, mereka juga menerapkan hidroponik, vertikultur, penggunaan polibag, rak bertingkat, hingga wall planter.