Rayakan Hari Museum Indonesia, Yogyakarta Gelar Pameran Trinetra 13-17 Oktober

Kamis 15-10-2026,23:13 WIB
Reporter : Faqih
Editor : Alvin Septian

YOGYAKARTA, LAMPUIJO.CO.ID – Memperingati Hari Museum Indonesia yang jatuh setiap 12 Oktober, Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta bekerja sama dengan Forum Komunikasi Museum Kota Yogyakarta (FKMK) menyelenggarakan Pameran Kolaboratif Museum bertajuk "Trinetra: Lensa Mata, Mata Hati, Mata Angin".

Pameran yang digelar pada 13–17 Oktober 2026 ini berlangsung di Selasar Museum Dr. Yap Prawirohusodo, Yogyakarta. Masyarakat dapat mengunjungi pameran tersebut setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 20.00 WIB.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Yogyakarta berupaya mendekatkan museum dengan masyarakat sekaligus memperkuat fungsinya sebagai tempat belajar, mengenal sejarah, dan memahami warisan budaya. Museum tidak hanya dipandang sebagai tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga sebagai ruang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Pameran Trinetra merupakan salah satu langkah untuk menghadirkan museum yang semakin terbuka bagi masyarakat dan mampu mengikuti perkembangan zaman.

Ia menilai keterlibatan anak muda dalam berbagai kegiatan museum perlu terus didorong. Selain memperluas wawasan sejarah dan budaya, partisipasi tersebut juga memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk mengambil peran dalam upaya pelestariannya.

BACA JUGA:Siapkan Dana Cadangan Pilkada 2029, DPRD Kebumen Studi Referensi ke Bawaslu Yogyakarta

Menurut Yetti, kegiatan magang yang diikuti mahasiswa seharusnya tidak hanya menjadi sarana menambah pengalaman dan pengetahuan. Lebih dari itu, peserta diharapkan mampu menghasilkan karya yang dapat dinikmati serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

"Kegiatan ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk turut merawat dan menyampaikan sejarah kepada masyarakat," ujar Yetti, Selasa (13/10/2026).

Pameran Trinetra sendiri merupakan hasil akhir dari Museum Youth Internship Program (MYIP) 2026, sebuah program magang yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu.

Selama dua bulan, para peserta menjalani kegiatan magang di tiga museum, yaitu Museum Dr. Yap Prawirohusodo, Museum Dewantara Kirti Griya, dan Museum Bahari. Mereka mendapatkan pendampingan dari tenaga ahli untuk mengenal lebih dekat proses pengelolaan museum, penyusunan kegiatan edukasi, serta cara menyampaikan informasi mengenai koleksi museum kepada pengunjung.

Pengalaman yang diperoleh selama mengikuti program tersebut kemudian dituangkan dalam bentuk pameran bersama. Penyelenggara turut menggandeng sejumlah museum lain, di antaranya Museum Sandi, Museum Biologi, dan Intro Living Museum Kotagede.

Pameran ini juga terlaksana dengan dukungan Yayasan Dr. Yap Prawirohusodo, RS Mata Dr. Yap, akademisi, komunitas, serta berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pengembangan pendidikan, sejarah, dan kebudayaan.

BACA JUGA:Yashinta Sekarwangi Ajak Anak SD di Yogyakarta Belajar Kepemimpinan Lewat Kisah Srikandi

Tema "Trinetra: Lensa Mata, Mata Hati, Mata Angin" terinspirasi dari filosofi tiga mata Dewa Siwa. Konsep tersebut dikembangkan menjadi tiga zona pameran yang mengajak pengunjung melihat perjalanan sejarah dari berbagai sudut pandang.

Ketiga zona itu menyajikan pengetahuan mengenai perkembangan dunia medis, peran pendidikan dan budi pekerti dalam membangun cara berpikir, hingga perjalanan perubahan zaman yang berkaitan dengan upaya menjaga kedaulatan bangsa.

Kategori :