Selain bidang tersebut, tersedia pelatihan Otomotif yang mengajarkan servis sepeda motor konvensional dan sistem injeksi.
Peserta yang memilih kejuruan Teknik Las Manufaktur mendapatkan pelatihan pengelasan dengan metode Shielded Metal Arc Welding (SMAW). Sementara itu, bidang Teknik Listrik dan Refrigerasi mencakup keterampilan instalasi penerangan serta penanganan sistem pendingin udara atau AC.
Beragam pilihan pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menyiapkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri.
Tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan, program ini juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk memanfaatkan keahlian yang diperoleh sebagai dasar membangun usaha sendiri.
BACA JUGA:Polres Pringsewu Terbitkan 6.149 SKCK hingga September 2026
Menaker Dorong Masyarakat Ikuti Pelatihan Vokasi Gratis
Yassierli juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan program pelatihan vokasi gratis yang telah disediakan pemerintah.
Ajakan tersebut terutama ditujukan kepada generasi muda yang sedang mencari pekerjaan, masyarakat yang ingin meningkatkan kemampuan, serta pekerja yang berencana beralih ke bidang profesi lain.
Melalui program ini, masyarakat memiliki kesempatan untuk mempelajari keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja tanpa harus mengeluarkan biaya pelatihan.
Bagi masyarakat yang berminat, informasi mengenai jenis pelatihan, kuota peserta, hingga mekanisme pendaftaran dapat diperoleh melalui platform SIAPkerja milik Kementerian Ketenagakerjaan.
Calon peserta dapat mengakses situs resmi Kementerian Ketenagakerjaan di kemnaker.go.id, kemudian mencari informasi program pelatihan melalui menu Skillhub.
Penyediaan layanan informasi secara daring tersebut diharapkan mempermudah masyarakat dalam memilih pelatihan yang sesuai dengan minat dan kebutuhan keterampilan masing-masing.
BACA JUGA:Sidak Sejumlah Kantor, Pj Sekda Lampung Tengah Sulpakar Soroti Disiplin ASN
Sementara itu, Kementerian Ketenagakerjaan berencana terus mengembangkan fungsi balai pelatihan vokasi yang tersebar di berbagai daerah.
Pengembangan tersebut diarahkan agar balai pelatihan tidak hanya menjadi tempat pembelajaran keterampilan, tetapi juga berkembang sebagai pusat inkubasi talenta unggul yang mampu mengikuti perubahan kebutuhan tenaga kerja.
Melalui penguatan pelatihan vokasi, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat memiliki keahlian yang relevan dengan perkembangan industri, sehingga dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja nasional dalam menghadapi perubahan dunia kerja. (Faqih).