Tanwir HW I di Lampung Bahas Masa Depan Hizbul Wathan, dari Karakter hingga Digitalisasi

Kamis 08-10-2026,06:31 WIB
Reporter : Agus Wirdono
Editor : Alvin Septian

METRO, LAMPUIJO.CO.ID — Kwartir Pusat Hizbul Wathan memaparkan sejumlah agenda strategis menjelang pelaksanaan Tanwir HW I yang dijadwalkan berlangsung pada 8–10 Oktober 2026 di Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro), Lampung.

Paparan tersebut disampaikan Ketua Umum PP Hizbul Wathan Aman Suyadi dalam konferensi pers di Metro, Rabu (7/10/2026). 

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Bidang Kesejahteraan Sosial Zulbahri, serta Khomsatun dan Fauzan dari unsur bendahara.

Aman menjelaskan, Tanwir merupakan forum permusyawaratan Hizbul Wathan setelah Muktamar yang menjadi ruang konsolidasi organisasi sekaligus membahas arah gerakan kepanduan menghadapi berbagai perubahan.

Menurut Aman, salah satu perhatian dalam Tanwir HW I adalah penguatan pembentukan karakter generasi muda. Perubahan sosial yang berlangsung cepat, termasuk perkembangan digitalisasi dan globalisasi, dinilai memerlukan penyesuaian dalam pola kaderisasi dan pendidikan kepanduan.

BACA JUGA:Jelang WJNC 2026, Pawai Ekosistem Malioboro Libatkan Komunitas dan UMKM Yogyakarta

“Tanwir kali ini mengarahkan agar kita fokus pada pembentukan karakter generasi muda,” ujar Aman.

Ia mengatakan, melalui paradigma “Kepanduan Berkemajuan”, Hizbul Wathan akan membahas pengembangan kader yang tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk berkontribusi di masyarakat.

Dalam aspek tata kelola, PP HW menyiapkan pengembangan sistem digital melalui konsep Integrated Digital Ecosystem. Sistem tersebut dirancang untuk mengintegrasikan pendataan anggota, pendaftaran, pelatihan, hingga data pelatih.

“Mulai dari anggota HW, pelatih, sampai pelatih nasional akan kita integrasikan dalam satu sistem,” kata Aman.

Digitalisasi juga akan dikaitkan dengan pembaruan kurikulum kepanduan. Aman menyebut pola pendidikan dan pelatihan perlu disesuaikan dengan karakter generasi muda yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi.

Menurut dia, pemanfaatan teknologi dapat digunakan untuk mendukung proses pembelajaran, komunikasi, kaderisasi, serta tata kelola organisasi.

Selain itu, PP HW akan membahas penguatan kemandirian ekonomi anggota. Potensi usaha yang dimiliki kader, termasuk penyediaan atribut dan aktivitas ekonomi lainnya, disebut akan diarahkan untuk mendukung pengembangan ekonomi organisasi.

BACA JUGA:WJNC 2026 Jadi Puncak HUT ke-270 Yogyakarta, Malioboro Bakal Ditutup Bertahap

“Kita ingin membangun kemandirian ekonomi berbasis kekuatan anggota,” ujarnya.

Kategori :