Program itu digagas ketika Herry Zudianto menjabat sebagai Wali Kota Yogyakarta. Kini, semangat penggunaan sepeda tersebut kembali didorong melalui kampanye yang menyasar generasi pelajar.
Wawan berharap kampanye bike to school dapat membuat siswa semakin mengenal sepeda sebagai pilihan transportasi untuk perjalanan menuju sekolah.
Pelajar Mulai Gunakan Sepeda
Kepala SMPN 16 Yogyakarta Dwi Isnawati mengatakan, penggunaan sepeda oleh siswa masih ditemukan meski mayoritas pelajar datang ke sekolah dengan diantar orang tua.
Menurutnya, kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi jarak tempat tinggal siswa dengan sekolah. Pelajar yang tinggal cukup dekat cenderung memilih berjalan kaki, sementara sebagian siswa dengan jarak sedikit lebih jauh menggunakan sepeda.
"Kebetulan melalui zonasi penerimaan peserta didik itu yang terjaring itu banyak anak-anak di sekitar sekolah. Jadi yang rumahnya di sekitar sekolah ada sebagian anak-anak itu yang hanya jalan kaki, tetapi yang agak jauh sedikit itu biasanya menggunakan sepeda untuk ke sekolah," jelas Dwi.
Salah satu siswa SMPN 6 Yogyakarta, Andra Keanu Rizqullah, menjadi contoh pelajar yang memilih bersepeda ke sekolah.
Andra yang tinggal di kawasan Cokrodiningratan mengaku hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk sampai ke sekolah. Ia mengatakan bersepeda membuat perjalanan menuju sekolah terasa lebih menyenangkan.
"Bersepeda selama naik kelas delapan ini. Karena asyik dan seru. Nggak sampai sepuluh menit sampai sekolah. Ayo naik sepeda, sepeda itu asyik," kata Andra.
BACA JUGA:Bupati Pringsewu Sampaikan Ranperda Perubahan APBD 2026, Pendapatan Naik Jadi Rp1,162 Triliun
Kampanye Sasar Budaya Bersepeda Pelajar
Pendiri Krosspit, Putro Setiawan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Spedanesia 2026–2027 bertajuk Building Indonesia's Cycling Culture.
Program tersebut diarahkan untuk membangun budaya bersepeda di kalangan pelajar melalui edukasi mengenai manfaat bersepeda, pola hidup sehat, serta keselamatan dalam berlalu lintas.
Putro mengatakan kebiasaan mengantar anak menggunakan mobil dan sepeda motor turut berkontribusi terhadap kepadatan lalu lintas pada pagi hari.
"Kita menggerakan bersepeda di sekolah biar anak-anak bisa lebih sehat terus mengurangi polusi udara. Selama ini setiap pagi jalanan dikuasai kendaraan mobil dan sepeda motor yang mengantarkan anak ke sekolah," tuturnya.
Ia berharap semakin banyak pelajar yang memilih sepeda sebagai sarana transportasi menuju sekolah sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan dari sisi kesehatan, tetapi juga terhadap lingkungan dan kelancaran lalu lintas.