Festival Mustika Rasa Digelar di Yogyakarta, Hasto Wardoyo Dorong Kuliner Nusantara Jadi Menu Sehat

Senin 31-08-2026,22:45 WIB
Reporter : Faqih
Editor : Alvin Septian

“Kalau UMKM diberi outlet untuk berjualan tentu senang. Kita kasih tempat, kemudian ada pengunjung dan makanan yang bisa dinikmati banyak orang. Ini juga menjadi upaya menggerakkan ekonomi UMKM,” kata Hasto.

Menurutnya, Festival Mustika Rasa juga dapat menjadi media promosi destinasi kuliner di Kota Yogyakarta. Masyarakat tidak hanya dapat mencicipi makanan, tetapi juga mengetahui lokasi usaha kuliner yang selama ini mungkin belum pernah mereka kunjungi.

Berbagai makanan tradisional dari sejumlah daerah akan diperkenalkan dalam festival tersebut. Keberagaman menu itu diharapkan memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang sangat luas.

BACA JUGA:Musrenbangkal Condongcatur Sepakati RKPKal 2027, Aspirasi Warga Jadi Dasar Program Pembangunan

Dorong Generasi Muda Mengenal Kuliner Tradisional

Hasto menilai pengenalan kembali makanan tradisional penting dilakukan agar generasi muda tidak kehilangan pengetahuan mengenai kuliner Nusantara.

Dalam buku Mustika Rasa, terdapat ratusan resep makanan dari berbagai wilayah Indonesia. Beberapa di antaranya bahkan memiliki nama atau bentuk makanan yang mungkin terdengar asing bagi generasi saat ini.

“Kalau kita tidak belajar ini, kita tidak tahu makanan itu berasal dari mana. Padahal ini makanan kita,” imbuhnya.

Karena itu, Festival Mustika Rasa diharapkan menjadi ruang edukasi yang membuat masyarakat semakin mengenal kekayaan pangan Indonesia.

Libatkan Lansia dan Edukasi Makanan Tradisional

Tidak hanya menyasar generasi muda, pemanfaatan resep Mustika Rasa juga diarahkan kepada kelompok lanjut usia.

Hasto mengatakan makanan tradisional memiliki kedekatan emosional dengan para lansia karena banyak di antaranya merupakan makanan yang mereka kenal sejak masa muda.

“Lansia pasti punya kenangan dengan masakan-masakan asli pada zamannya. Resep seperti sambal, opor, lodeh, lemper dan berbagai makanan tradisional lainnya ada dalam buku ini,” tuturnya.

Pemkot Yogyakarta juga berencana mengimplementasikan resep-resep tersebut melalui kegiatan sekolah lansia. Saat ini terdapat sembilan sekolah lansia dan direncanakan berkembang menjadi 15 sekolah lansia.

Kegiatan memasak dan mengenalkan kembali makanan tradisional diharapkan dapat menjadi bagian dari aktivitas edukatif sekaligus memperkuat interaksi sosial para lansia.

BACA JUGA:Respons Surat Audiensi, Kasat Intelkam Polres Metro Sambangi Sekretariat Kegiatan Sosialisasi Antikorupsi Kota Metro

Kategori :