Perwakilan Panewu Kalasan, Sidi Nugroho, mengapresiasi keterlibatan warga sekaligus dukungan yang diberikan IDM melalui program rumah layak huni.
BACA JUGA:Tekan Inflasi, Wakil Bupati Pringsewu Buka Gerakan Serentak Penetrasi Pasar di Gadingrejo
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua warga masyarakat yang sudah bekerja sama, bahu-membahu demi terwujudnya rumah layak huni ini,” kata Sidi.
Ia berharap program serupa dapat terus dilanjutkan dan menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan.
Perubahan kondisi rumah tersebut dirasakan langsung oleh Kroniah. Ia mengaku kini dapat menempati hunian yang jauh lebih layak dibandingkan sebelumnya.
Selain bangunan yang lebih kokoh, keberadaan kamar tidur dan kamar mandi menjadi perubahan yang paling dirasakan keluarganya.
“Dulu kondisi rumah saya masih sederhana, sekarang sudah jauh lebih baik, lebih nyaman, dan lebih aman untuk ditempati. Saya juga senang karena sekarang sudah punya kamar dan kamar mandi. Bantuan ini sangat berarti bagi saya dan keluarga,” ucap Kroniah.
Febrina menambahkan, keberadaan destinasi wisata tidak dapat dipisahkan dari masyarakat yang tumbuh dan hidup di sekitarnya.
Karena itu, pengembangan destinasi menurut dia perlu berjalan seiring dengan upaya menciptakan manfaat sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat.
BACA JUGA:Cegah Maladministrasi, Ombudsman Lampung Evaluasi Pelayanan Publik di RSUD Pringsewu
Ia menilai momentum kemerdekaan juga dapat dimaknai sebagai kesempatan untuk menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi warga.
“Di Hari Kemerdekaan ini, Ibu Kroniah juga diberikan kemerdekaan untuk hidup yang lebih baik lagi, yang lebih layak lagi,” tutur Febrina.
Menurut Febrina, rumah milik Kroniah menjadi rumah layak huni ke-56 yang telah diwujudkan melalui program perusahaan.
Program RLH Telah Menjangkau 56 Rumah
Program Rumah Layak Huni menjadi salah satu bentuk pelaksanaan TJSL InJourney Destination Management yang menyasar masyarakat kurang mampu di sekitar kawasan destinasi.
Sejak dijalankan pada 2016, program tersebut telah menjangkau sebanyak 56 rumah warga di sekitar kawasan wisata Candi Prambanan dan Candi Borobudur.