YOGYAKARTA, LAMPUIJO.CO.ID -- Forum Umat Islam (FUI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyerukan dukungan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat upaya pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di Indonesia. Seruan tersebut disampaikan Ketua Presidium FUI DIY, H.M. Syukri Fadholi, SH, sebagai bentuk keprihatinan terhadap berbagai persoalan yang dinilainya masih dihadapi bangsa.
Dalam keterangannya, Syukri menyebut praktik korupsi, kolusi, nepotisme, serta penyalahgunaan sumber daya alam masih menjadi persoalan serius yang berdampak pada kehidupan masyarakat. Menurutnya, kondisi tersebut memerlukan langkah tegas dan komitmen kuat dari seluruh elemen bangsa untuk memperbaiki tata kelola negara.
"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung Presiden Prabowo Subianto dalam upaya memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme tanpa pandang bulu serta sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," ujar Syukri dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (12/7/2026).
Ia menilai keberhasilan pemberantasan korupsi tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat dalam membangun budaya integritas, transparansi, dan akuntabilitas.
BACA JUGA:Buron Empat Bulan dan Kabur hingga ke Pulau Jawa, Pelaku Penipuan Gadai Sawah Ditangkap Polisi
Selain itu, Syukri mengajak seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam praktik yang merugikan bangsa agar melakukan introspeksi dan kembali menjalankan nilai-nilai kejujuran demi kepentingan bersama.
Dalam pernyataannya, Syukri juga menyinggung pentingnya peran pemimpin dan tokoh masyarakat dalam memberikan keteladanan. Menurutnya, nilai-nilai moral dan agama mengajarkan bahwa kualitas kepemimpinan memiliki pengaruh besar terhadap kondisi suatu bangsa.
Menutup pernyataannya, Syukri mengajak masyarakat untuk mendoakan agar Indonesia senantiasa diberikan keselamatan dan mampu menghadapi berbagai tantangan. Ia berharap pemerintah memperoleh kekuatan dalam menjalankan agenda pemberantasan korupsi dan mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera.
"Semoga bangsa Indonesia senantiasa diberikan keselamatan dan mampu keluar dari berbagai persoalan yang tengah dihadapi," katanya. (Faqih).