Hasto Wardoyo: Semangat Waisak Perkuat Toleransi dan Harmoni Sosial di Yogyakarta

Rabu 17-06-2026,23:01 WIB
Reporter : Faqih
Editor : Alvin Septian

YOGYAKARTA, LAMPUIJO.CO.ID – Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan pentingnya menjaga toleransi, persatuan, dan kerukunan sebagai fondasi pembangunan daerah di tengah keberagaman masyarakat. Hal itu disampaikan saat menghadiri Perayaan Waisak Sannipatta Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Tahun 2026 di Graha Pandawa Balai Kota Yogyakarta, Sabtu (13/6/2026).

Dalam sambutannya, Hasto menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Buddhis Era yang dinilai tidak hanya menjadi momentum spiritual bagi umat Buddha, tetapi juga sarana memperkuat nilai-nilai kebangsaan, perdamaian, dan harmoni sosial.

“Semangat Waisak mengajarkan pentingnya ketenteraman, toleransi, dan kerukunan. Nilai-nilai tersebut sangat relevan dalam menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat di tengah keberagaman yang kita miliki,” kata Hasto.

Menurutnya, keberagaman merupakan salah satu kekuatan utama yang dimiliki Daerah Istimewa Yogyakarta. Kota Yogyakarta menjadi rumah bagi masyarakat dari berbagai suku, etnis, agama, budaya, dan tradisi yang hidup berdampingan secara harmonis.

BACA JUGA:Pengajian Akbar Gus Iqdam Meriahkan HUT ke-79 Pemkot Yogyakarta

Ia menegaskan bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan modal sosial yang harus terus dirawat untuk mewujudkan masyarakat yang damai, adil, makmur, dan sejahtera.

“Perbedaan yang ada bukanlah penghalang, melainkan modal sosial yang harus terus dirawat untuk mewujudkan masyarakat yang damai, adil, makmur, dan sejahtera,” ungkapnya.

Hasto juga menyoroti tema Waisak tahun ini yang dinilai mengandung pesan penting tentang penguatan persaudaraan, penyebaran nilai-nilai kebaikan, dialog, serta kerukunan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, nilai cinta kasih, welas asih, kebijaksanaan, dan perdamaian yang diajarkan dalam agama Buddha dapat menjadi inspirasi dalam memperkuat solidaritas sosial dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

“Dharma sebagai sumber moral dan kebijaksanaan hendaknya menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus memperkuat persaudaraan dan menjaga kerukunan,” tuturnya.

BACA JUGA:Kasus Honorer Fiktif Pemkot Metro Masuk Babak Baru, Audit Kerugian Negara Sudah Diserahkan ke Polda

Pemerintah Kota Yogyakarta, lanjut Hasto, berkomitmen menjaga kehidupan masyarakat yang inklusif dan harmonis melalui penguatan toleransi antarumat beragama serta pemberdayaan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.

Perayaan Waisak Sannipatta DIY 2026 ditutup dengan prosesi penyalaan Lilin Perdamaian sebagai simbol harapan akan terwujudnya kedamaian, persatuan, dan keharmonisan. Kegiatan tersebut dihadiri unsur pemerintah, tokoh agama, organisasi keagamaan, serta masyarakat sebagai wujud komitmen bersama dalam menjaga Yogyakarta sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi dan keberagaman dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Faqih).

Kategori :