SLEMAN, LAMPUIJO.CO.ID — Ruang belajar dan bermain ramah anak kini hadir di wilayah Condongcatur, Kabupaten Sleman. Kandang Edukasi Albizoo Ramah Anak resmi dibuka pada Selasa (26/5/2026) di Jalan Tembus Sanggrahan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
Kehadiran kandang edukasi tersebut menjadi alternatif ruang aktivitas positif bagi anak-anak di tengah meningkatnya penggunaan gadget dan semakin terbatasnya area bermain alami di lingkungan permukiman.
Mengusung konsep mini zoo edukatif, Kandang Edukasi Albizoo menghadirkan berbagai jenis satwa yang dapat dikenalkan langsung kepada anak-anak melalui kegiatan interaktif, mulai dari memberi makan hewan, mengenal habitat, hingga belajar mencintai lingkungan sejak usia dini.
Kegiatan pembukaan dimulai pukul 09.00 WIB dan dihadiri berbagai unsur pemerintah, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, aparat keamanan, hingga masyarakat sekitar.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk serta Keluarga Berencana Kabupaten Sleman dr. Novita Krisnaeni, M.PH didampingi Kabid Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak drg. Diah Niken Andarwati, M.Han, Panewu Anom Kapanewon Depok R. Herry Subagio, SE, M.E, Lurah Condongcatur Dr. Reno Candra Sangaji, S.IP., M.IP beserta jajaran Carik, Kasi dan Kaur, perwakilan Rumah Sakit Condongcatur, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kalurahan Condongcatur, Dukuh Sanggrahan Suparman, Ketua Kelompok Ternak Sembada Condongcatur, lembaga PAUD dan TK se-Kalurahan Condongcatur, RT/RW Sanggrahan dan Leles Ngringin, Jaga Warga Sanggrahan, TK Wijaya Danu beserta anak-anak didiknya, serta tamu undangan lainnya.
BACA JUGA:Asisten Ekobang Lamteng Pimpin Rakor Perpanjangan Rencana Kerja PBPU dan BP
Rangkaian kegiatan diawali pembukaan, sambutan Ketua Kandang Edukasi Albizoo Paijan Trisnoharjono, sambutan Lurah Condongcatur, sambutan Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman, doa oleh Sutrisno, pemotongan tumpeng oleh Dr. Reno Candra Sangaji, S.IP., M.IP yang diserahkan kepada Paijan Trisnoharjono selaku owner Kandang Edukasi Albizoo, pemotongan pita oleh dr. Novita Krisnaeni, M.PH, hingga peninjauan area kandang edukasi.
Ketua sekaligus owner Kandang Edukasi Albizoo, Paijan Trisnoharjono mengatakan ide pembangunan kandang edukasi muncul dari keresahannya melihat anak-anak yang lebih sering menghabiskan waktu dengan gadget dibanding bermain dan berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar.
“Berangkat dari situ saya ingin membuat tempat semacam mini zoo yang berisi berbagai jenis hewan. Selain untuk hiburan dan mengisi waktu luang, juga untuk edukasi anak-anak sehingga dapat mengurangi bahkan menghilangkan penggunaan gadget,” ujarnya.
Menurut Paijan Trisnoharjono, setiap sore kandang edukasi tersebut ramai dikunjungi anak-anak dari wilayah Ngringin maupun Sanggrahan, baik anak TK maupun santri TPA. Mereka datang untuk bermain, memberi makan hewan, hingga belajar mengenal berbagai jenis satwa secara langsung.
Berbagai jenis hewan tersedia di lokasi tersebut, mulai dari iguana, ikan, monyet, blacan, kelinci, marmut, kambing, jalak, parkit, labet, ayam lokal hingga ayam hias mancanegara seperti Golden Pheasant, Silver Pheasant, dan American Silky. Sebagian koleksi hewan berasal dari donasi masyarakat dan terdapat pula hewan titipan seperti ular piton albino.
“Kandang edukasi ini terbuka untuk umum dan gratis. Kami hanya menyediakan kotak donasi sukarela untuk membantu pembelian pakan hewan, perawatan, dan kebersihan kandang,” jelasnya.
Selain area satwa, kawasan Albizoo juga dilengkapi tanaman warung hidup dan apotek hidup yang diberi papan nama agar memudahkan anak-anak belajar mengenal flora dan fauna secara langsung.
Keberadaan Kandang Edukasi Albizoo juga didukung lingkungan sekitar yang edukatif. Tidak jauh dari lokasi kandang edukasi terdapat Kandang Ternak Sembada Condongcatur yang berisi sapi dan kambing milik kelompok ternak warga. Anak-anak yang berkunjung pun dapat melihat langsung aktivitas peternakan rakyat dan mengenal hewan ternak lebih dekat.
BACA JUGA:Dukung Program Revitalisasi Bahasa Daerah, Pemkab Lampung Tengah Diganjar Penghargaan Kemendikdasmen