Monumen Husein Sastranegara Resmi Berdiri di Yogyakarta, Jadi Ruang Edukasi Generasi Muda

Sabtu 11-04-2026,12:00 WIB
Reporter : Alvin Septian
Editor : Alvin Septian

YOGYAKARTA, LAMPUIJO.CO.ID — Monumen Komodor Muda Udara (Anumerta) Husein Sastranegara diresmikan di kawasan Gowongan Lor, Selasa (7/4/2026). Monumen tersebut dibangun oleh TNI Angkatan Udara sebagai bentuk penghormatan atas jasa Husein Sastranegara yang gugur dalam kecelakaan pesawat saat uji terbang.

Peresmian dilakukan oleh Gubernur Akademi Angkatan Udara (AAU), Donald Kasenda, dan dihadiri Wakil Gubernur DIY Paku Alam X serta Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo.

Monumen dibangun di lokasi jatuhnya pesawat di kompleks Panti Asuhan Anak Terlantar Wiloso Projo, yang berada di bawah naungan Pemerintah Kota Yogyakarta. Selain peresmian, kegiatan juga dirangkai dengan penyerahan bantuan sosial dalam rangka HUT ke-80 TNI AU kepada pengurus panti dan warga sekitar.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyatakan Pemkot Yogyakarta mendukung penuh pembangunan monumen tersebut. Ia menyebut, sejak awal pemerintah kota telah berkoordinasi dengan AAU dan Pemerintah Daerah DIY, khususnya dalam penyiapan lokasi pembangunan.

BACA JUGA:WJNC 2026 Didorong Jadi Media Edukasi Lingkungan dan Penggerak Ekonomi Warga

“Maka kami mendukung penuh untuk pembangunan ini karena Husein Sastranegara seorang pahlawan yang menurut saya sungguh luar biasa. Pengorbanannya betul-betul murni,” ujar Hasto.

Menurutnya, keberadaan monumen dapat menjadi sarana edukasi sejarah bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Sementara itu, Donald Kasenda menjelaskan pembangunan monumen bertujuan untuk mengenang jasa serta menanamkan nilai-nilai perjuangan kepada masyarakat.

“Tujuannya bukan sekadar sebagai fisik monumen saja, tetapi ada nilai-nilai yang bisa diambil seperti loyalitas, keberanian, pengorbanan, dan cinta tanah air,” jelasnya.

Secara historis, Husein Sastranegara gugur pada 26 September 1946 saat melaksanakan uji terbang pesawat Cukiu peninggalan Jepang. Pesawat tersebut rencananya akan digunakan untuk membawa Perdana Menteri Sutan Sjahrir dari Yogyakarta ke Malang dalam rangka mendukung pemerintahan Republik Indonesia saat itu. Dalam uji terbang tersebut, pesawat mengalami kecelakaan dan jatuh di kawasan Gowongan Lor. Husein gugur bersama teknisi udara, Rukidi.

BACA JUGA:Dapat Julukan 'Queen', Lussy Renata Tunjukkan Konsistensi di Dunia Hiburan

Wakil Gubernur DIY Paku Alam X menyampaikan bahwa monumen tersebut menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdian Husein Sastranegara dalam masa awal kemerdekaan.

“Monumen ini diharapkan menjadi pengingat bagi generasi saat ini dan yang akan datang tentang pentingnya nilai-nilai perjuangan, pengorbanan, dan cinta tanah air,” imbuhnya.

Perwakilan keluarga, Reza Ranesa Sastranegara, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan monumen tersebut. Ia berharap nilai-nilai perjuangan yang diwariskan dapat terus diteladani oleh masyarakat.

“Monumen ini memiliki makna penting sebagai simbol keteladanan, nilai-nilai kejuangan, patriotisme, serta semangat rela berkorban,” katanya.

Kategori :