SLEMAN, LAMPUIJO.CO.ID — Nuansa hangat dan penuh keakraban mewarnai kegiatan syawalan yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman di Pendopo Parasamya, Kompleks Kantor Bupati Sleman, Senin (6/4/2026). Agenda rutin pasca-Idulfitri ini menjadi wadah silaturahmi yang mempertemukan jajaran pemerintah dari berbagai level bersama masyarakat.
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Wakil Gubernur Sri Paduka Paku Alam X tampak hadir langsung dalam kesempatan tersebut. Keduanya didampingi GKR Hemas serta GKBRAA Adipati Paku Alam, bersama sejumlah pejabat Pemda DIY, DPRD Sleman, hingga unsur kapanewon dan kalurahan.
Rombongan disambut oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya bersama Wakil Bupati Danang Maharsa serta jajaran Forkopimda Sleman.
Dalam sambutannya, Harda menyampaikan rasa syukur atas pelaksanaan Idulfitri 1447 Hijriah di Sleman yang berjalan lancar, aman, dan kondusif. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur dan Wakil Gubernur DIY beserta jajaran.
BACA JUGA:Pemuda Asal Metro Tewas Terjatuh ke Rawa Saat Berburu Burung di Lampung Tengah
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sleman dan masyarakat, kami mengucapkan sugeng rawuh serta terima kasih atas kehadiran Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur DIY. Kami juga mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H, mohon maaf lahir dan batin,” ucap Harda.
Ia berharap, kebersamaan dalam momentum syawalan ini turut membawa semangat baru untuk mendorong terwujudnya Sleman yang lebih sejahtera, mandiri, dan berbudaya.
Sementara itu, Sri Sultan Hamengku Buwono X menekankan bahwa syawalan dan halal bihalal tidak sekadar menjadi tradisi tahunan, tetapi juga memiliki makna yang lebih dalam sebagai ruang refleksi spiritual. Menurutnya, momen ini dapat memperkuat nilai keikhlasan, empati, dan optimisme dalam kehidupan bermasyarakat.
“Syawalan ini diharapkan menjadi telaga spiritual yang mampu mencerahkan hati dan menguatkan iman. Dengan semangat Idulfitri, hubungan yang sempat renggang dapat kembali terjalin,” ungkap Sri Sultan.
BACA JUGA:Lussy Renata Rilis Pesan Terakhir, Lagu Penuh Emosi tentang Perpisahan dan Rindu
Sri Sultan juga mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan di tengah perbedaan pandangan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap mengedepankan kejernihan berpikir dan sikap bijak dalam menyikapi berbagai persoalan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, dilanjutkan dengan halal bihalal dan saling berjabat tangan.
Di sisi lain, Lurah Condongcatur Dr. Reno Candra Sangaji yang turut hadir mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai momentum ini menjadi kesempatan berharga untuk mempererat hubungan antar unsur pemerintahan sekaligus memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
“Ini menjadi momen yang istimewa bagi kami. Selain bersilaturahmi, juga menjadi penyemangat untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan membangun Sleman ke arah yang lebih baik,” kata Reno.
Syawalan Pemkab Sleman tahun ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga memperkuat sinergi dari tingkat provinsi hingga kalurahan. Suasana kebersamaan yang terbangun pun diharapkan mampu menjadi energi positif dalam menjalankan roda pemerintahan ke depan. (Faqih).